Jelang Pilkada Putaran Kedua: Mari Kita Jaga Persatuan, Jangan Mau Terprovokasi


Menjelang Pilkada DKI putaran kedua, situasi politik ibukota semakin panas. Hal itu dikarenakan banyaknya isu-isu SARA dan kampanye hitam, yang disebarkan, bahkan beredar spanduk provokatif “Tolak Menyalatkan Jenazah Pendukung Calon Pemimpin Non Muslim” di sejumlah masjid di Ibu Kota.

Isu-isu tersebut tentunya akan berakibat negatif bagi Indonesia, karena dapat memicu perpecahan di masyarakat dan merusak kerukunan umat beragama, sehingga dapat mengancam keutuhan NKRI.

“Apabila terjadi perpecahan dan pertikaian di antara golongan agama, etnis dan sebagainya, ini sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI. Kita ini ingin memilih seorang pemimpin terbaik bagi Ibu Kota, bukan justru membentuk ruang perpecahan,” kata pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, dalam diskusi bertajuk “Menelaah Potensi Radikalisme di Pilkada DKI”, di Kafe Cheese Cake Factory, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/3).

Dia juga mengatakan bahwa konflik SARA yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, bahkan di media sosial, harus dikendalikan. Pasalnya, kata dia, dampaknya sangat besar bagi kerukunan dan keutuhan bangsa.

“Kelompok yang melakukan agitasi dan black campaign yang justru menjadi potensi wadah bagi perpecahan ini. Jadi harus tegas, karena kalau tidak tegas dalam hal ini tentu akan terus berkembang. Akibatnya bukan hanya siapa yang akan menang lagi. Ini justru akan menghancurkan, bukan hanya politik, tapi keamanan bangsa dan negara juga,” terang dia.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa persoalan baru adalah maraknya bermunculan gerakan yang berlabel Islam. Kelompok yang memakai embel-embel Islam ini menurutnya memanfaatkan agama untuk kegiatan politik, dengan melakukan propaganda yang memicu pertikaian di masyarakat.

“Kita harus berlandaskan kembali (pada prinsip) bahwa bangsa kita adalah bangsa yang berdiri sebagai negara yang plural dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Hal yang senada juga dikatakan Pemimpin Pondok Pesantren Tebu Ireng Salahuddin Wahid (Gus Solah), yang mengajak agar kita menjaga kebersamaan dan persatuan bangsa dalam pemilihan kepala daerah 2017.

“Kami tidak ingin bangsa ini terpecah hanya gara-gara pilkada,” kata Gus Sholah, Senin (20/3) malam.

Untuk itulah, dia mengaharapkan agar meskipun berbeda pilihan, hal itu jangan menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Memang saat ini situasi politik ibukota makin memanas, hal itu harus membuat kita menjadi mawas diri dan agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi.

Karena sekarang ini banyak sekali oknum-oknum yang sengaja membuat isu-isu yang mengundang perpecahan di masyarakat.

Oleh karena itu, diharapkan masyarakat jangan mau dipengaruhi, agar nantinya pilkada putaran kedua dapat berjalan dengan lancar dan tanpa adanya konflik.

Previous Partai Politik jangan intervensi Pilkada Papua #PilkadaDamaiPapua
Next Semua Pihak Diharap Dapat Menciptakan Pilkada Papua Damai