Joko Widodo: Bendungan Sei Gong sebagai Sumber Air Baku


Jakarta, BuletinInfo – Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau perkembangan pembangunan proyek Bendungan Sei Gong di Desa Sijantung, Kecamatan Galang Kota Batam.

Pulau Batam

Bendungan Sei Gong memiliki luas area genangan 355,99 hektar dengan volume tampungan air sebanyak 11,8 juta meter kubik dan kapasitas 400 liter per detik. Kontrak pembangunannya telah dilakukan sejak akhir 2015 lalu dan kini telah mencapai progres fisik 35%. Bendungan ini ditarget rampung setidaknya pada akhir 2018 mendatang.

Presiden Jokowi minta proyek pembangunan waduk Sei Gong, dipercepat. Nantinya, bendungan ini akan menyuplai kebutuhan air baku di Galang, Rempang, dan Kota Batam.

Waduk Sei Gong dibangun untuk memenuhi air baku masyarakat, dan juga disiapkan sebagai sumber air baku bagi rencana pengembangan kawasan industri baru di pulau Galang. Bendungan ini juga salah satu dari 65 bendungan program strategis nasional pemerintahan Jokowi-JK.

Tipe waduk adalah bendungan urugan tanah dengan diafragma wall (rip-rap batu kosong pada bagian hulu dan hilir). Waduk yang dibuat dengan dana sekitar Rp 238,4 miliar ini, pekerjaannya dimulai pada tanggal 5 November 2015 sampai dengan 18 Desember 2018.

“Khususnya Pulau Batam dan sekitarnya ini, bendungan bukan untuk irigasi tapi untuk air baku, kebutuhannya saat ini adalah 3.250 liter per detik. Sekarang dengan 8 bendungan yang sudah ada di Pulau Batam, hanya bisa mensuplai sekitar 2.800 liter per detik jadi masih kurang 400 liter per detik,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (24/3).

Saat ini Kementerian PUPR juga tengah mencari lokasi lain yang memiliki potensi untuk dibangun embung dan bendungan muara seperti Bendungan Sei Gong.

Delapan waduk yang sudah ada saat ini yakni Waduk Sei Baloi, Waduk Sei Nongsa, Waduk Sei Harapan, Waduk Sei Ladi, Waduk muka kuning, Waduk Duriangkang, Waduk Rempang, Waduk Tembesi, dan Embung kebun raya.

Bendunan Sei Gong menunjang ketahanan pangan, peningkatan kuantitas air juga demi memenuhi aspek kebutuhan manusia lainnya seperti kebutuhan air rumah tangga (domestik), perkotaan (municipal), dan kegiatan industri (industrial)

Selain memenuhi kebutuhan air baku, bendungan ini juga memiliki fungsi konservasi sumber daya air, pendidikan, dan diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Batam. Bendungan ini juga disiapkan sebagai sumber air baku bagi rencana pengembangan kawasan industri baru, di Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau. -24/3/17-

Previous Jangan Gunakan Cara Anarkis Dalam Selesaikan Polemik Angkutan Berbasis Online
Next Asing Kelola Sumber Daya Alam, Mahasiswa Diam, BUMN Yang Kelola, Mahasiswa Demo