Jokowi: 2045 Ekonomi Indonesia Lima Besar Di Dunia


JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pada tahun 2045 ekonomi Indonesia dapat mencapai posisi lima besar di dunia dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai 309 juta jiwa.

Saat ini, kata dia, Indonesia berada di posisi negara dengan pendapatan menengah.

“Tetapi pada 100 tahun Indonesia merdeka 2045 berarti kira-kira 30 tahun lagi posisi Indonesia akan berada pada lima besar ekonomi terbesar di dunia,” kata Jokowi saat meresmikan pembukaan rapat kerja kesehatan nasional 2017 dan peluncuran wajib kerja dokter spesialis serta pembangunan 124 puskesmas perbatasan di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (28/2).

Dia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2016 mencapai 5,02 persen.

Pertumbuhan ekonomi tersebut termasuk yang paling besar pada tahun itu dibandingkan dengan negara-negara yang tergabung dalam G20. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang terbesar ketiga di dunia.

Sementara, ia mengklaim pemerintah dapat menekan angka inflasi menjadi 3,02 persen sehingga harga berbagai kebutuhan pokok pun dapat dikendalikan.

“Sekarang PDB kita kira-kira Rp 13 ribu triliun, nantinya di 2045 akan 10 kali lipat dari sekarang. Kira-kira 9,1 triliun dolar AS berarti kalau dirupiahkan kurang lebih Rp 120 triliun. Sangat tinggi sekali,” kata dia.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa pendapatan perkapita pada 2045 diprediksi akan mencapai 29 ribu dolar AS.

Meskipun begitu, menurutnya untuk mencapai posisi tersebut, Indonesia perlu mengatasi dan menyelesaikan sejumlah permasalahan yang ada, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tingkat pendidikan masyarakat harus lebih baik sehingga mempengaruhi kualitas SDM, serta memperbaiki berbagai masalah kesehatan.

Jokowi menyampaikan dalam bidang pendidikan harus ditingkatkan agar kualitas SDM Indonesia harus lebih baik sehingga mampu berkompetisi dengan negara lain. Terlebih, pada 2025-2030 nanti akan ada bonus demografi.

“Tetapi kalau bonusnya nanti tidak berada pada kualitas yang baik, justru akan menjadi beban kita semuanya. Oleh sebab itu, pendidikan yang menjadi dasar fondasi ini basic sekali untuk secepatnya kita benahi kita perbaiki,” kata dia.

Previous Presiden Jokowi: Kasus anak kekurangan Gizi jangan sampai terjadi lagi di Indonesia
Next Wiranto: Hak dan Kewajiban Harus Imbang agar Demokrasi tidak Kebablasan