Jokowi: Jika PLN Tak Bisa Efisien Akan Sangat Berpengaruh Pada Harga Jual Listrik


Jakarta, BuletinInfo.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT PLN (Persero) agar melakukan efisiensi dalam mengelola keuangan maupun dalam menjalankan proyek pembangunan pembangkit listrik.

“Saya titip, PLN masalah efisiensi agar semua biaya yang ada dicek betul secara detail,” ujar Presiden Jokowi saat acara peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Serang, Banten, Kamis (5/10/2017).

Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat tidak terbebani melalui tagihan listrik yang tinggi.

Jokowi mengarahkan PLN untuk mengkaji ulang semua biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi listrik, seperti harga energi primer pembangkit khususnya batu bara dan proses transportasi.

“Ini masalah efisiensi, agar semua biaya-biaya itu di cek betul secara detil baik yang harga batu bara, baik yang biaya transportasi angkut batu bara,” kata Jokowi, saat meresmikan pembangunan dan pengoperasian PLTU di Serang, Banten, Kamis (5/10/2017).

Menurut Jokowi, jika PLN tak bisa efisien maka akan sangat berpengaruh kepada harga jual listrik. Tentu saja hal ini akan memberatkan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengingatkan kepada PT PLN (Persero) untuk mengurangi penggunaan pembangkit yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pengurangan tersebut untuk meningkatkan efisiensi sehingga harga listrik bisa terjangkau.

Jonan telah memberikan arahan kepada direksi PLN untuk melakukan efisiensi dalam berbagai hal. Beberapa bentuk efisiensi tersebut adalah dengan mengkaji ulang penggunaan energi primer pada pembangkit dan perawatan berkala infrastruktur kelistrikan.

Untuk penggunaan energi‎ primer pembangkit, sebaiknya PLN mengurangi pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang mengonsumsi BBM. Pasalnya, Biaya Pokok Produksi (BPP) pembangkit listrik tersebut cukup tinggi.

Menurut Jonan, pembangkit yang menggunakan BBM tersebut, seharusnya sudah bisa digantikan dengan pembangkit lain yang telah beroperasi dengan bahan bakar yang lebih murah, sehingga dapat menurunkan porsi BBM dalam bauran energi yang saat ini sekitar 6 persen.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menyatakan bahwa kondisi keuangan perusahaannya saat ini dalam kondisi yang sehat lantaran adanya efisiensi di sejumlah sisi  termasuk menurunkan harga perjanjian jual beli listrik kepada swasta.

“PLN berhasil menurunkan harga PPA (power purchase agreement) pembelian listrik swasta sejak 2015, salah satunya pembelian listrik di PLTU Jawa 7 yang dapat ditekan hingga 4,4 sen dollar AS per kilo watt hour (kwh),” jelasnya.

Sofyan menjelaskan, penurunan harga perjanjian jual beli listrik secara langsung akan berdampak pada penurunan biaya pokok penyediaan listrik PLN dimasa mendatang hingga Rp 25 triliun per tahun.

“Hal ini juga berlaku untuk proses pengadaan engineering procurement construction (EPC) dimana PLN dapat mengurangi nilai kontrak sampai dengan 34 persen lebih murah dari kontrak-kontrak sebelum tahun 2015,” lanjutnya.

Sofyan juga menambahkan bahwa untuk meningkatkan kemampuan pendanaan, PLN akan melakukan pengelolaan likuiditas dengan meminimalkan nilai pinjaman yang memberikan syarat yang rumit, serta memperbesar pendanaan dengan skema bunga murah selama masa konstruksi, dan melakukan reprofiling atas pinjaman yang ada saat ini.

“Hal ini diharapkan akan dapat menghasilkan potensi penurunan beban bunga sebesar Rp1,2 triliun tahun, memperpanjang jatuh tempo Obligasi minimal 10 tahun ke depan, dan mengurangi debt service pada tahun 2019-2021 sebesar Rp47 triliun,” ungkapnya.

Selain efisiensi dan penghematan, PLN juga berkontribusi terhadap pemerintah. Adapun kontribusi PLN kepada negara selama 2015-2017 disebutnya sekira Rp160 triliun.

“Selama dua tahun terakhir, besarnya subsidi turun menjadi sekitar Rp50 triliun per tahun dimana sebelumnya subsidi listrik sekitar Rp100 triliun per tahun. Kontribusi total pajak selama 2,5 tahun sekitar Rp71 triliun. Kontribusi dividen sekitar Rp8 triliun,” kata Sofyan.

Previous 725 senjata api sitaan dimusnahkan oleh personil Kodam Pattimura
Next Waspada dengan video ceramah provokator Alfian Tanjung yang menyebutkan kebangkitan kembali neo-PKI