Jokowi : Mewujudkan Visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia


Visi presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia segera diterjemahkan oleh kementerian melalui beragam program kemaritiman

Jakarta, BuletinInfo – Sebagai implementasi amanat Perpres Nomor 16/2017 tentang narasi besar Poros Maritim Dunia, Kemenko Bidang Kemaritiman menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kemaritiman di gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta Timur, (4/5-2017).Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.

Pesan yang tersampaikan dalam Rakornas ini adalah dengan Poros Maritim Dunia maka Indonesia mengulangi kejayaan Sumpah Palapa yang merepresentasikan sebagai bangsa besar di kawasan bahkan dunia.

Dalam sambutannya, Jokowi menekankan dalam proses membangun kemaritiman Indonesia dalam bingkai visi Poros Maritim Dunia diperlukan semangat gotong royong dari seluruh pihak. Lanjut Jokowi dalam sambutannya, forum ini merupakan ajang mempererat antar instansi dan menyinkronkan visi bersama.

Sementara itu, Menko Maritim Luhut B Pandjaitan menyatakan forum ini sangat bermanfaat untuk pencapaian visi Poros Maritim Dunia dan Tol Laut. Ia menilai program ini telah menuai keberhasilan kendati belum maksimal.

Adapun beberapa pembangunan terus dikejar pemerintah, antara lain di bidang pelabuhan berupa pembangunan sentra kelautan dan perikanan di pulau terluar. Lalu, untuk tol laut, pemerintah telah membangun 30 titik logistik di wilayah timur dan barat.

“Program tol laut telah berhasil menekan disparitas harga hingga 25%. Kami sudah bangun 30 titik logistik di timur dan barat agar kesenjangan tidak terlalu besar. Harga di Indonesia timur, kami ambil sampling misalnya antara Surabaya dengan daerah terpencil di Indonesia Timur 20-25 persen harga sudah turun,” kata Menko Luhut.

Dalam mengejar tujuan poros maritim dunia, ada beberapa hal yang sedang dilakukan pemerintah, antara lain menggandeng pihak swasta asing untuk bekerja sama menggarap proyek pemerintah. Salah satunya kerja samanya adalah dengan Jepang dalam membangun Pelabuhan Patimban.

“Lalu kereta api Jakarta-Surabaya sudah dalam proses. Pembangunan pembangkit tenaga arus laut dengan Belanda sudah berjalan. IORA dan blue economy sekarang juga berjalan dengan baik,” tutur Luhut.Luhut menuturkan ekonomi Indonesia tumbuh cukup bagus.

Berdasarkan hasil pertemuannya dalam forum G20 di Spring Annual Meeting di Washington, DC, Indonesia menempati posisi ketiga setelah India dan Cina. Hal tersebut juga mendapatkan respons positif dari beberapa petinggi dunia, seperti menteri ekonomi, menteri keuangan, dan gubernur bank sentral negara lain.

“Indonesia dianggap negara yang tumbuh dengan baik. Christine Lagarde (Direktur Pelaksana IMF) memuji leadership Pak Jokowi. Saya pertama kali sebagai seorang tentara hadir dalam satu sidang bergengsi senang melihat petinggi dunia di bidang ekonomi memberikan apresiasi yang dicapai pemerintah Indonesia,” katanya

Previous KPK Akan Mengadukan 63 Ribu Wajib Pajak Industri Sawit Ke Presiden
Next Presiden Jokowi: Apa yang telah dilakukan KPK dalam pemberantaan korupsi ditujukan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan bebas korupsi

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *