Kalapas Idi Bantah Tuduhan Napi Terkait Penyebab Kerusuhan Lapas


Aceh, BuletinInfo – Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto (kiri) mendengarkan keluhan para tahanan pasca kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Idi di Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Aceh, Jumat (24/3/2017).

Kerusuhan tersebut dipicu akibat dugaan pungutan liar terhadap tamu yang berkunjung, overnya kapasitas rutan, kurang layaknya menu makanan serta tuntutan penurunan kepala rutan.

Namun, Kepala Rutan Idi, Irdiansyah Rana, membantah bahwa napi diberikan sarapan dengan lauk tempe busuk. Idriansyah bahkan mengungkapkan bahwa selama dirinya dilantik sebagai kepala rutan Idi sejak dua bulan lalu, dirinya sudah mulai melakukan berbagai pembenahan, seperti tempat nasi yang sebelumnya ompreng sudah diganti dengan tupperware.

Irdiansyah juga mengatakan, sebelumnya Napi tidak pernah merasakan menu daging, namun kini napi mulai mendapat jatah menu daging sebulan sekali.

Terkait izin para napi yang keluar karena musibah, akan dilihat pertimbangan perizinan keluar sesuai prosedur. Sedangkan soal kapasitas Rutan Cabang Idi Rayeuk yang hanya untuk menampung 63 orang, akan dilaporkan ke kanwil untuk tindak lanjut. Saat ini memang diakui jumlah Napi yang ada berjumlah 356 orang.

Dia juga mengaku bahwa sudah mengingatkan para sipir untuk tidak melakukan pungutan liar terhadap para pengunjung.

Jadi apa yang dituntut dan dikatakannoleh para napi tersebut adalah bohong dan tidak benar.

Previous Luhut: 5 Persen Saham Freeport Nanti Untuk Papua
Next Hentikan aksi pasung semen jilid II karena berbahaya

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *