Kapolda Metro Jaya : Tidak Ada Kriminalisasi, Rizieq Diminta Pulang Untuk Menjalani Proses Sesuai Hukum


Jakarta, BuletinInfo.com –  Kabar yang beredar, Rizieq Shihab  berencana memperpanjang masa tinggalnya di Arab Saudi.

Pemberitahuan ini disampaikan Pengacara Habib Rizieq, Sugianto Atmo Prawiro di Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Sugianto Atmo Prawiro (Penasehat Hukum Rizieq Syihab) mengatakan Rizieq Syihab tidak akan kembali ke Indonesia pada 12 Juni 2017 dan sedang  mengurus perpanjangan izin tinggal di Arab Saudi dan jika visanya disetujui akan berada di Arab Saudi selama 1 (satu) tahun.

Alasannya karena penetapan status sebagai tersangka sangat dipolitisasi sehingga  Rizieq Syihab merasa diperlakukan tidak adil, dikriminalisasi dan korban politik.

Terkait hal tersebut, Polda Metro Jaya tetap menunggu dan meminta yang bersangkutan dapat menjadi contoh yang baik dengan pulang ke Indonesia

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan membantah pihaknya mengkriminalisasi Rizieq Shihab dalam dugaan kasus pornografi berupa percakapan seks dengan tersangka Firza Husein. Bahkan, Iriawan memberi peringatan keras kepada pengacara Rizieq terkait tudingan polisi sengaja menyebar percakapan seks tersebut.

Iriawan mengatakan, pihaknya masih mendalami dan menyelidiki penyebar chat seks diduga Rizieq-Firza melalui baladacintarizieq.com. Dia mengakui, tidak semua kasus dapat diselesaikan dengan cepat.

Selanjutnya Iriawan menegaskan meskipun akan ditekan ataupun melibatkan massa, proses hukum Rizieq akan tetap berjalan. Ia menuturkan kasus dugaan percakapan dan foto berkonten pornografi yang melibatkan Rizieq dan Firza Husein merupakan kasus perseorangan sehingga tidak perlu melibatkan komponen masyarakat.

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka dalam kasus obrolan pornografi melalui pesan singkat bukan berarti terjadi kriminalisasi ulama. Penetapan tersebut tidak ada hubungannya dengan kriminalisasi dan merupakan persoalan hukum seperti biasa.

Ma’aruf menuturkan, persoalan kasus Rizieq yang dianggap menghina ulama seharusnya tidak ditempatkan dalam hal tersebut. Ditakutkannya nantinya jika ditafsirkan seperti itu akan ada saling menekan dan mengintimidasi antar sejumlah pihak. Intimidasi tersebut justru bisa bermasalah dengan hukum karena bisa mengandung unsur SARA.

Masyarakat diharap bisa memahami persoalan ini secara benar. Masyarakat harus paham terkait dengan proses hukum, karena semua persoalan bisa diselesaikan dengan jalur tersebut. Hukumlah yang akan menyelesaikan perselisihan antara manusia. Dan cara menyelesaikan proses hukum ini ada di pengadilan.

 

Previous Takut Pulang, Rizieq Shihab Perpanjang Visa-nya
Next AA Gym Malah Gunakan Tempat Ibadah Untuk Latihan Memanah !! Ini Sindirian Netizen