Kapolri Akan Lakukan Pembubaran Permanen HTI


Pernyataan keras kali ini dikeluarkan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyusul makin massifnya gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam mengusung sistem khilfah di Indonesia.

Karena ke depannya akan dilakukan upaya pembubaran dan menghilangkan HTI secara permanen.

Untuk tujuan tersebut, pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Kementerian Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam).

“Kalau seandainya itu dilakukan (menegakan) khilafah, ya itu bertentangan dengan ideologi Pancasila. Kalau buat ideologi khilafah apa bisa (sesuai) Pancasila?” ungkapnya.

Tindakannya tersebut sekaligus menjawab kesan banyak pihak yang menilai kepolisian seperti membiarkan HTI terus dengan leluasa mengkampanyekan cita-citanya untuk mengganti ideologi Pancasila dengan sistem khilafah di Indonesia.

Selain itu, dia juga menilai rekrutmen HTI di kampus-kampus memiliki indikasi yang bisa dianggap berbahaya. Sehingga perkara itu kata dia sedang dibahas.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya melarang kegiatan HTI yang dianggap tak berizin.

Hal serupa juga terjadi di banyak daerah di Indonesia. Kepolisian melarang kegiatan itu karena konsep khilafah.

Salah satu kegiatan yang batal digelar adalah, agenda HTI dengan tema ’’Khilafah Kewajiban Syar’i Jalan Kebangkitan Umat’’.

Rencananya kegiatan itu awalnya digelar di Balai Sudirman Jakarta pada 23 April.

Akan tetapi, batal karena tak diizinkan kepolisian.

Kapolti mengatakan pelarangan kegiatan HTI tersebut sesuai dengan dikeluarkannya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) oleh polisi.

Dia mengatakan tanpa STTP sebuah acara keramaian masyarakat dianggap tidak berizin sehingga bisa dibubarkan secara paksa jika tetap digelar.

“Kami memang tidak keluarkan izin STTP-nya, karena banyak potensi konfliknya. Jadi lebih baik kami larang,’’ kata Tito di Mabes Polri.

Alasan utama tidak dikeluarkannya STTP, dikarenakan banyaknya protes dari yang anti-HTI.

“Karena banyak ancaman dari berbagai pihak yang tidak suka, yang anti,” kata dia.

Keberadaan HTI selama ini memang sudah banyak mendapat penolakan di sejumlah daerah di Indonesia.

Usaha HTI untuk mendirikan Khilafah di Indonesia, merupakan alasan kenapa HTI mendapatkan penolakan di sejumlah daerah.

Karena itulah, pembubaran terhadap HTI dapat menghilangkan keresahan masyarakat di sejumlah daerah yang ditimbulkan oleh HTI.

Previous Produk Sawit Indonesia Ternyata Aman Untuk Dikonsumsi
Next Ketua MPR Tolak Hak Angket DPR