Kapolri: Satgas Merah-Putih Dibentuk Berdasarkan Kesamaan Pikiran, Visi, Hati


Jakarta – Keberadaan Satgas Merah-Putih dikritisi oleh Anggota Komisi III DPR RI Herman Herry yang menilai hal itu sebagai ‘darah biru’ Polri.

Hal ini tentu saja ditanggapi langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Mengenai Satgas Merah-Putih, satgas sangat biasa di kepolisian. Ini saja ada Satgas Tinombala,” jelas Tito dalam raker dengan Komisi III DPR di gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jl Gator Subroto, Rabu (22/2/2017).

Dia menerangkan terkait ‘darah biru’ dalam satgas tersebut memang anggota dan pimpinan satgas dipilih sesuai dengan kesamaan pikiran, visi, serta harus satu hati.

“Teamwork ini harus satu hati, satu kata, satu visi, harus kenal satu sama lain,” ungkapnya.

Mantan Kadensus ini mengatakan Satgas Merah-Putih bekerja untuk masa pendinginan sejak peristiwa 411. Menurutnya, peristiwa itu sempat memanas, sehingga perlu ada pendekatan khusus kepada para pemuka agama.

“Satgas Merah-Putih dibentuk juga melihat situasi 411 memanas saat itu. Perlu ada upaya-upaya pendekatan, pendekatan dengan kalangan ulama. Dengan kalangan yang keras maupun yang lembut,” imbuhnya.

Sebelumnya, Herman Herry mengatakan bahwa Satgas Merah-Putih berpotensi membuat tubuh Polri menjadi tidak solid. Meskipun pembentukan satgas ini tidak menyalahi aturan, Herman mengkritik kehadiran satgas ini berpotensi membentuk kelompok sendiri dalam instansi Polri.

“Pembentukan satgas itu seolah-olah membentuk sekelompok sendiri. Kelompok Polri darah biru,” ujar politikus PDIP ini.

Previous Lukas Enembe: Saya Dukung Pemerintah Kuasai Freeport
Next IHR Bachtiar Nasir Kirim Bantuan Kemanusiaan Aleppo Ke Teroris