Kapolri Tegas Ancam Kartel Yang Permainkan Harga Dan Stok Pangan


Jakarta, BuletinInfo.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa Polri akan melakukan segala upaya untuk mengawal stok pangan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Berkaitan dengan hal tersebut, Tito menyatakan Polri mengantisipasi adanya kartel yang melakukan ‘permainan’ pada stok bahan pangan.

Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan hari raya Natal dan Tahun Baru akan menimbulkan peningkatan permintaan pada stok bahan pangan. Hal ini kerap dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mendapatkan keuntungan besar baik oleh para pelaku usaha namun juga para pelaku kartel mafia menjadikan momentum ini untuk mendapat keuntungan tapi mengorbankan masyarakat.

Perilaku kartel kerap melakukan penimbunan dan permainan harga. Sehingga, alur distribusi pangan menjadi terhambat. Hal ini berimbas pada inflasi dimana masyarakat pun menjadi korbannya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satuan Petugas (Satgas) Pangan Polri akan mendampingi Bulog dalam melakukan operasi pasar. Satgas Pangan juga akan terus memantau dinamika harga di pasar. “Ketika terjadi kenaikan langsung dicari letak masalahnya dimana dan dilakukan penyelesaian agar harganya segera diturunkan,” kata Tito di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (11/12).

Tito pun mengancam para kartel agar tidak mengganggu alur distribusi tersebut. “Hati-hati! Kami mengawasi,” kata dia. Tito menambahkan, sejauh ini, berdasarkan koordinasi yang Polri lakukan dengan sejumlah instansi terkait, stok bahan pangan masih cukup untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru.

“Seperti itulah, suplai cukup distribusi kita amankan. Kami sepakat menjaga stabilitas harga agar pemerintah tidak perlu keluar subsidi,” ucap dia.

Seperti diketahui, Tito menggelar dapat bersama kementerian membahas antisipasi kelangkaan dan kenaikan harga pangan menjelang hari raya natal 2017 dan tahun baru 2018. Rapat diselenggarakan melalui video conference (vicon) dengan jajaran kepolisian lainnya.

Rapat ini juga turut dihadiri Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin dan Kabareskrim Komisaris Jenderal Ari Dono Sukamto. Selain itu, ada pula Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito.

Previous Jokowi: Saya Ingatkan Semua Jajaran Tetap Fokus Kerja Meski Memasuki Tahun Politik
Next Menteri Agama Lukman Ajak Muslim Dunia Suarakan Islam sebagai Agama Kedamaian