Keberadaan HTI Dan Paham Khilafah Berbahaya Bagi NKRI, GP Ansor Bubarkan Konvoi Mereka


Gerakan Pemuda Ansor bersama Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) mengadang aksi konvoi Hizbut Tahrir Indonesia yang sedang melakukan aksi Kirab Panji Rosululloh di perbatasan Trenggalek-Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (1/4).

Sempat terjadi ketegangan saat seratusan anggota Banser NU Tulungagung memaksa rombongan HTI dari Trenggalek berhenti di perbatasan daerah.

Kemudian mereka memaksa seluruh peserta kirab mencopot semua atribut HTI maupun panji yang mereka kirab.

Akan tetapi, ketegangan tersebut tidak bertahan lama, karena aparat kepolisian dan TNI langsung menengahi kedua pihak.

Selain itu, massa HTI akhirnya bersedia mengalah, dan mencopot segala atribut yang dikenakan serta membubarkan diri.

“Pengadangan dan pembubaran paksa kami lakukan. Karena kegiatan mereka membawa misi konsep khilafah dalam kehidupan bernegara berpotensi memecah-belah umat,” kata Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Tulungagung, Syahrul Munir.

Dia juga menjelaskan bahwa aksi pengadangan dilakukan di Desa Notorejo, Kabupaten Tulungagung yang berada persis di perbatasan dengan Trenggalek, sekitar pukul 06.30 WIB hingga 07.30 WIB.

Dia juga mengatakan bahwa aktivis Ansor dan Banser yang berjumlah sekitar 130 orang sempat melucuti bendera khilafah maupun alat peraga dan atribut lain yang dibawa massa HTI.

Adapun masa HTI berkonvoi menggunakan empat kendaraan roda empat dan sejumlah sepeda motor dari arah Trenggalek hingga sampai di perbatasan Tulungagung.

“Mereka berniat estafet Panji Rosululloh dengan membawa misi khilafah mulai dari Ponorogo hingga Banyuwangi yang puncaknya digelar besok di Masjid Al-Akbar, Surabaya,” ungkap Munir.

Misi khilafah itulah yang dapat berpotensi untuk memecah-belah NKRI.

“Ansor dan Banser tegas menolak kegiatan itu karena sudah bertentangan dengan prinsip dan komitmen NU sebagai garda terdepan menjaga keutuhan NKRI. NKRI harga mati.”

Sementara itu, Wakapolres Tulungagung Kompol I Dewa Gede Julaiana membenarkan adanya aksi penghadangan konvoi atau kirab Panji Rosululloh HTI oleh massa Ansor dan Banser Tulungagung di perbatasan Trenggalek-Tulungagung.
“Kami hanya memantau dan memastikan keamanan tetap kondusif,” ujarnya.

Selain di perbatasan Trenggalek-Tulungagung, massa Ansor-Banser lain juga terpantau bersiaga melakukan penghadangan di beberapa titik perbatasan Tulungagung-Kediri, Tulungagung-Blitar, perbatasan kota Blitar maupun Blitar-Malang.

Keberadaan HTI tersebut dinilai meresahkan karena mereka berusaha untuk membawa dan menanamkan paham khilafah di Indonesia.

Keberadaan penyebaran paham khilafah tersebutlah, yang nantinya dinilai dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Karena Indonesia merupakan negara yang majemuk dan memiliki agama dan suku yang berbeda.

Previous Mendag : Stok dan harga bahan pokok menjelang bulan puasa dan Lebaran dipastikan Aman
Next Nazaruddin mengaku Pimpinan Banggar ikut menerima Uang E-KTP