Kedekatan Anies Dan Hary Tanoe Terlihat Waktu Dia Menjabat Menteri, Proyek KIP Diserahkan Ke Orang Perindo


Jakarta, BuletinInfo – Anies Baswedan ternyata memiliki kedekatan yang sangat erat dengan Hary Tanoesoedibjo dan Perindo. Hal itu dapat terlihat sewaktu masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan pernah memberikan proyek pelaksanaan distribusi  Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada seorang kader senior partai politik Perindo, yang didirikan oleh Hary Tanoesoedibjo.

Menurut pengecekan ke Berita Negara (Perum Percetakan Negara RI) menunjukkan bahwa perusahaan penerima proyek pelaksanaan distribusi KIP adalah PT Satria Antara Prima adalah satu dari dua pemenang tender proyek KIP yang 99,5% sahamnya dimiliki oleh Budiyanto Darmastono, Ketua DPP Perindo bidang pendidikan.
Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan, mengapa harus mendistribusikan KIP yang ditujukan untuk siswa-siswi yang kurang mampu harus menggunakqn jasa perusahaan swasta?
Padahal, Anies dapat membagikan KIP melalui PT Pos Indonesia atau langsung dibagikan melalui sekolah. Bahkan seorang dirjen sebenarnya pernah mengusulkan kepada Anies, yang saat itu Mendikbud, untuk menunjuk PT Pos Indonesia, tapi ditolak karena Anies ingin ada proses tender.
Hal itulah yang akhirnya memunculkan PT Satria Antara Prima sebagai salah satu dari dua pemenang.
Namun ternyata, meskipun menggunakan jasa perusahaan swasta dalam proses distribusinya, pendistribusian KIP tetap mengalami banyal masalah dan pelanggaran. Di beberapa daerah penyaluran KIP bahkan dilakukan melalui partai Perindo. Hal itu tentunya sangat tidak etis dan tidak benar. Karena partai tersebut seakan-akan menjadi pemberi kartu tersebut, padahal kartu tersebut diberikan oleh pemerintah.
Selaim itu, banyak pihak yang seharusnya menerima tapi tidak terima, sementara yang seharusnya tidak terima malah terima.
Anehnya, Budiyanto Darmastono sebagai pemegang saham dan menjabat sebagai direktur perusahaan Satria Antara Prima, mengalami peningkatan modal disetor 10 kali lipat menjadi 30 milyar rupiah tidak lama setelah mendapat proyek distribusi KIP oleh Kemendikbud pada April 2016.
Keanehan-keanehan tersebutlah yang membuat proses pendistribusian KIP diduga mengalami penyelewengan.
Pemberian proyek KIP ke PT Satria Antara Prima diduga karena Anies memiliki kedekatan dengan Perindo dan Hary Tanoesoedibjo. Kedekatan antara Anies dan Hary sendiri dapat dilihat dari beberapa pertemuan yang mereka lakukan, bahkan Hary sendiri secara terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap Anies-Sandi pada Pimilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
Kedekataan inilah yang diduga membuat Anies menyerahkan proyek tersebut kepada orang dari Perindo.
Oleh karena itulah, Anies dapat dikatakan sebagai pimpinan yang tidak kompeten, karena menggunakan cara yang nepotisme dalam melaksanakan keputusan proyek kementeriannya.
Apakah dengan track-record seperti ini masyarakat  masih percaya kepada Anies untuk meneruskan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) pemprov DKI?
Terlebih lagi, melihat dekatnya hubungan Anies-Hary Tanoe plus ambisi Hary Tanoe untuk nyapres di 2019, apakah ini berarti Gerindra dan Prabowo dalam Pilkada Jakarta hanya sedang digunakan?

Previous Tol Medan-Binjai ditargetkan bisa beroperasi saat Mudik Lebaran
Next Polisi akan hukum setiap pembobol Situs

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *