Kelompok Berkedok Agamalah Yang Justru Memecah-Belah, Bukannya Ahok


Muncul penyataan dari Ke­tua Om­buds­man RI, Amzu­lian Ri­fai meny­atakan, per­bu­atan yang di­lakukan Gu­ber­nur DKI Jakarta Ba­suki Tja­haja Pur­nama alias Ahok itu bisa dikat­e­gorikan se­ba­gai tin­dakan yang berpotensi memecah-be­lah bangsa se­ba­gaimana dise­butkan dalam Pasal 83 ayat 1 UU 23/​2014.

Namun, apakah benar bahwa kasus atau perbuatan Ahok tersebut memecah-belah bangsa?

Kasus tersebut bermula dari ucapan Ahok sendiri di kepulauan seribu tentang  surat Al-Maidah. Ucapannya tersebut mengundang kontroversi, akan tetapi kontroversi tersebut baru muncul beberapa hari setelah ucapannya tersebut diunggah dan viral di dunia maya.

Jikalau memang ucapan Ahok tersebut benar-benar menghina Al-Quran tentulah warga kepulauan seribu akan langsung emosi, karena mayoritas penduduknya adalah muslim.

Kasus ini mulai menjadi kontroversi karena mulai adanya beberapa kelompok yang memanfaatkan keadaan tersebut untuk menggerus suara Ahok menjelang pilkada.

Keadaan yang menjelang pilkada tersebut dimanfaatkan beberapa kelompok tersebut untuk mengkriminalisasi dan mempolitisasi kasus tersebut, untuk mencap Ahok sebagai seorang penista agama.

Seandainya pada saat itu tidak mendekati pilkada atau Ahok tidak ikut di dalam pilkada, niscaya tidak akan ada efek dan tindakan apa-apa terkait ucapannya tersebut.

Tindakan kelompok tersebut yang memakai agama sebagai kedok untuk memuluskan kepentingan politiknya sendiri tersebutlah yang sebenarnya memecah-belah bangsa Indonesia. Terlebih lagi, upaya mereka tersebutlah yang pada akhirnya mengkotak-kotakkan bangsa Indonesia, dengan menggunakan agama sebagai tamengnya.

Terlebih lagi, upaya mereka yang beberapa kali melakukan mobilisasi massa sebagai bagian dari upaya unjuk kekuatan dengan menggunakan kedok agama, adalah sebuah bentuk upaya untuk mengkotak-kotakan bangsa Indonesia dan sebuah intimidasi.

Upaya orang-orang yang menggunakan agama sebagai alat untuk memuluskan langkah politik mereka.

Jikalau benar, Ahok memecah-belah Indonesia, mengapa pada pilkada serentak DKI yang baru saja berlangsung, Ahok memenangkan putaran pertama?

Kemenangan Ahok tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya mayoritas penduduk Jakarta masih menginginkan Ahok dan tidak menganggap Ahok sebagai penista agama.

Karena banyak sekali orang-orang muslim yang memilihnya pada putaran pertama kemarin.

Kemenangan Ahok kemarin adalah bukti bahwa selama ini Ahok adalah korban kriminalisasi dan politisasi sekelompok orang yang menggunakan kedok agama.

Previous Pemkot Bandung Akan Gelar Aksi #BDGHantamHoax
Next FAO & BPS Sebut Indonesia Negeri Kaya Tuna