Kementerian Agama: Tidak benar jika ada pesantren yang ajarkan paham radikal


Jakarta, BuletinInfo – Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menegaskan tidak ada pesantren yang mengajarkan paham radikal. Ini menanggapi data yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) beberapa waktu lalu yang menyebut ada 19 pesantren terindikasi mengajarkan paham radikalisme.

“Tidak benar dalam kacamata Kementerian Agama kalau ada yang mengatakan pesantren itu mengajarkan hal-hal, ajaran-ajaran agama radikal, ekstrem,” ucapnya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (5/10).

Menurutnya, jika ada lembaga keagamaan yang mengajarkan paham radikal, maka tidak serta merta dikaitkan dengan pesantren. Selain itu, tidak bisa juga diklaim sebagai pesantren yang terindikasi radikal.

“Karena pesantren, madrasah, dan seterusnya tidak mungkin mengajarkan hal-hal yang sifatnya radikal, ekstrem. Itu hanya sekedar paguyuban atau (mengatasnamakan pesantren),” kata Lukman.

“Kalau ada yang mengajarkan seperti itu pasti bukan pesantren,” tegasnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, pada dasarnya pesantren adalah penebar ajaran Islam Rahmatan Lil Alamin. Di Indonesia, pesantren memiliki sejarah panjang dan punya kontribusi besar dalam kemerdekaan Indonesia.

“Di Indonesia pesantren memberikan kontribusi yang luar biasa dalam menebarkan Islam yang moderat, Islam Rahmatan Lil Alamin. Jadi tidak mungkin kalau ada pesantren mengajarkan ajaran-ajaran yang ekstrem,” ucapnya.

Untuk diketahui, pada Februari 2016, BNPT menyebut ada 19 pondok pesantren yang terindikasi menganut paham radikalisme. 10 Pesantren tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Rencananya, 19 pesantren tersebut akan dilaporkan ke Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk dibicarakan bersama. [noe]

Previous Jokowi: Tidak ada lagi daerah yang mengeluh soal listrik
Next Hasil survey smrc: PDIP dan presiden Jokowi akan menang dalam pemilu jika digelar saat ini juga