Kementerian ESDM Gelar Kampanye Hemat Energy


Jakarta, BuletinInfo – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) makin intensif menggalakkan perilaku hemat energi “Potong 10 Persen” kepada seluruh lapisan masyarakat.

Hemat Energy 10 %

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar kampanye hemat energi bertajuk Gerakan Potong 10 Persen secara serentak di tiga kota, Ahad (21/5). Ketiga kota itu adalah Denpasar, Makassar, dan Balikpapan.

Targetnya hemat energi harus menjadi budaya seluruh komponen masyarakat. Selain hemat biaya, hemat energi lebih mudah dilakukan daripada menciptakan energi untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat

Budaya menghemat pemakaian listrik di kehidupan sehari-hari digalakkan di kota-kota besar Indonesia. Menghemat sebanyak 10% pemakaian listrik menjadi solusi mudah dan murah dalam mewujudkan energi berkeadilan dan merata di Indonesia.

Cara menghemat pemakaian energi listrik di kota-kota besar membuat dana dari penghematan tersebut bisa dialihkan untuk melistriki daerah yang belum berlistrik.

Sekretaris Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, Gerakan Potong 10 Persen merupakan aksi bersama dengan melibatkan pemerintah, pelaku industri, organisasi masyarakat sipil dan individu untuk melakukan penghematan energi sebesar 10 persen. “Gerakan ini sudah dimulai sejak 15 Mei 2016 dan akan dilaksanakan di 11 kota yang memiliki konsumsi listrik terbesar antara lain DKI Jakarta, Banten, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Makassar, dan Denpasar,” katanya.

“Gerakan ini dilatarbelakangi pesatnya pertumbuhan konsumsi energi di tengah penurunan jumlah cadangan energi fosil yang saat ini masih menjadi sumber utama energi listrik di Indonesia,” ungkap Dadan.

Menurut dia, tujuan dari kegiatan ini adalah upaya pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan yang sejalan dengan paradigma pengelolaan energi global. Tujuan lain adalah membantu masyarakat mendapatkan akses listrik di wilayah terpencil di Indonesia dan lebih praktis ditempuh dibandingkan membangun pembangkit listrik. “Pemerintah ingin mewujudkan energi berkeadilan serta sejalan dengan paradigma pengelolaan energi global,” katanya.

Dadan menambahkan tiga langkah yang perlu dilakukan masyarakat menghemat listrik antara lain mematikan lampu dan mencabut listrik dari peralatan elektronik yang tidak sedang dipakai, serta cabut saklar. Penghematan lain mengeset pendingin udara pada level 25 derajat dan menjadikan hemat energi sebagai gaya hidup sehari-hari masyarakat Indonesia.

Bagian dari program konservasi energi ini ditujukan ke semua pihak mulai dari Rumah Tangga (RT), industri, transportasi, gedung komersial hingga fasilitas umum

Diharapkan dengan Kampanye Hemat Energi Potong 10%, bisa menjadi kegiatan yang berkelanjutan dan menjadi gaya hidup. (21/5) –RN

Previous Menkominfo Rudiantara ingatkan masyarakat untuk berhati-hati di dunia maya
Next Dampak Positif Kebijakan Jokowi Pada Sejumlah Sektor Di Indonesia

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *