Kepolisian Berhasil Tangkap 2 Pemasok Senjata Ke Teroris


Kepolisian kembali berhasil kembali membongkar jaringan terorisme. Kali ini Kepolisian Daerah atau Polda Sumatera Selatan menangkap dua orang terduga pemasok senjata api terhadap teroris jaringan Abu Faishal.

Diketahui bahwa kedua tersangka tersebut yakni berinisial  EW (39) dan RC (41) ditangkap pihak Kepolisian di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan pada tanggal 15 Maret 2017.

Menurut keterangan dari Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Agung Budi Maryoto bahwa dari para tersangka diamankan barang bukti berupa dua senjata api rakitan jenis revolver dan 25 butir amunisi berukuran 5 MM hingga 9 MM yang rencananya akan digunakan oleh jaringan Abu Faisal.

“Dari pemeriksaan, mereka akan membawa senjata tersebut dari OKU (Ogan Komering Ulu) ke Pulau Jawa untuk jaringan Abu Faisal,” kata Agung saat gelar perkara pada Kamis 16 Maret 2017.

Sebelum penangkapan, menurutnya, polisi telah lebih dahulu mengintai gerak-gerik pelaku yang mencurigakan di kediamannya.

“Setelah koordinasi dengan Densus 88, kemarin langsung dilakukan penangkapan. Kami masih memburu tersangka lain. Identitasnya sudah kita ketahui” ujarnya.

Kemudian, aparat melakukan penggerebekan  di kediaman EW yang dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB, yang dilanjutkan ke kediamanan tersangka RC, pada pukul 20.30 WIB.

Keduanya langsung dibawa puluhan petugas gabungan ke Polres OKU Selatan untuk menjalani pemeriksaan awal, kemudian dibawa aparat menuju ke Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kasat Reskrim OKU Selatan AKP Ujang Abdul Aziz juga membenarkan polisi mengamankan dua warga OKU Selatan di dua lokasi berbeda tanpa perlawanan. Keduanya ditangkap terkait penyediaan senjata kepada jaringan teroris.

“Kedua tersangka kami amankan rumah mereka masing-masing, tanpa perlawanan, setelah masuk daftar Target Operasi (TO). Kini akan langsung kita limpahkan ke Polda Sumsel guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ujang.

Lebih lanjut, dia menyatakan, bahwa penangkapan keduanya sesuai Laporan Polisi (LP) Nomor : LP-A /43 /II / 2016 / DENSUS, Tanggal 29 Februari 2016 Tentang Tindak Pidana Terorisme, dalam pengembangan tersangka penyedia senjata ke jaringan teroris yang diamankan Tim Densus 88 Anti Teror (AT) yakni Asep Nurjaman bin Jubairi dan juga Ramandani alias Bram bin Dadang.

“Sementara waktu kedua tersangka diduga terlibat menyediakan senjata untuk jaringan teroris sesuai dengan keterangan dua tersangka sebelumnya. Kini kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan awal terkait senjata diperoleh dari keduanya yang sudah diamankan lebih dulu,” kata Ujang.

Indonesia memang dikenal sebagai negara tersukses dalam mengatasi permasalahan terorisme di dunia.

Bahkan baru-baru ini, dunia internasional mengapresiasikan sebagai negara tersukses dalam menangani terorisme sejak tahun 2000.

Namun, tentunya peran pemerintah dalam mengatasi terorisme juga membutuhkan peran masyarakat agar dapat mencegah berkembangnya paham terorisme dan radikalisme di wilayahnya.

Previous Presiden tidak melihat ada urgensi revisi UU KPK
Next Presiden Joko Widodo : RAPBN 2018 harus Realistis , Kredibel dan disusun dengan semangat Optimisme