Kesian Aparat Keamanan Harus Berkali-Kali Buang Tenaga Dan Uang Demi Kawal Aksi Damai


JAKARTA – Mabes Polri sudah menyiagakan ribuan personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama unjuk rasa 313.

Selain itu, ratusan personel dari luar daerah juga akan ikut dikerahkan termasuk dari Polda Jateng.
Rencananya, demonstrasi yang dikenal dengan sebutan aksi 313, pada hari Jumat (31/3) nanti itu, akan digelar oleh sejumlah organisasi keagamaan.

Aksi tersebut menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberhentikan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang berstatus terdakwa kasus penodaan agama.

Untuk mengamankan aksi, Direktorat Sabhara Polda Jateng memastikan mengirimkan 100 personel atau satu kompi Perintis ke Jakarta untuk bergabung dengan personel Polda Metro Jaya.

Menurut Direktur Sabhara Polda Jateng, Kombes Tetra Megayanto, mengatakan apel gelar pasukan dan pengiriman personel sudah dilaksanakan kemarin.
“Tadi pagi (kemarin) sudah apel gelar pasukan yang diberangkatkan ke Jakarta,” kata Tetra.

Ke-100 personel tersebut diberangkatkan dari markas Direktorat Sabhara Polda Jateng di Mijen.

“Sabhara merupakan garda terdepan dan tulang punggung Polri. Hindari hal-hal berbau kekerasan. Kedepankan pendekatan humanis selama berdinas di Jakarta,” pesan dia.

Selain itu, Polda Riau juga akan memperbantukan ratusan Brimob mengamankan aksi yang digelar di seputaran Jl Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

“Terkait aksi itu kita diminta untuk mengirimkan pasukan Brimob. Sudah berangkat dengan pesawat,” ujar Kepala Satuan Brimob Polda Riau Kombes Pradah Pinunjul saat dihubungi Rabu (29/3).

Pradah menjelaskan, jumlah pasukan Brimob yang dikirimkan dari Pekanbaru ke Jakarta sebanyak 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK). Setiap SSK terdiri dari 100 personel, mereka terbang ke Jakarta dengan pesawat pada Selasa (28/3) malam.

Sementara itu, Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Merdisyam menjelaskan, pihaknya mulai menganalisis dan mendata jumlah massa yang kemungkinan akan mengikuti rencana aksi ini.

Dia juga menjelaskan, sudah mulai mendeteksi jumlah massa yang kemungkinan akan menghadiri aksi tersebut.
Di kesempatan yang berbeda, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengimbau agar aksi tersebut untuk tidak disusupi agenda Pilkada.

“Tapi yang terpenting kegiatan ini untuk ibadah, tidak disusupi agenda Pilkada. Nanti ada kalau sudah lari ke Pilkada tentu ada konsekuensinya,” katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/3).Aksi seperti ini dan sebelum-sebelumnya tentunya sangatlah merugikan negara baik dari segi tenaga maupun biaya.

Bayangkan, pada Aksi Bela Islam II aparat keamanan mengucurkan dana mencapai Rp 33 miliar dengan menerjunkan sekitar 20.000 personel kepolisian.

Adapun untuk pengamanan Aksi Bela Islam III atau aksi 212 yang dilaksanakan pada 2 Desember 2016, dana yang dikeluarkan pemerintah lebih banyak yaitu mencapai Rp 43 miliar. Pihak kepolisian bahkan mengerahkan sebanyak 27 ribu gabungan Polri dan TNI dalam aksi tersebut.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat menyadari bahwa aksi seperti ini hanya membuang-buang tenaga dan uang.

Seperti yang dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj bahwa aksi seperti ini lebih banyak mudhoratnya.

Previous Kalau Ingin Ibadah Tidak Perlu Ke Jakarta Ikuti Aksi 313, Kan Bisa Sholat Jumat Di Daerah Masing-Masing
Next Kadispen AU: Tahun 2017 sudah tidak ada lagi pelanggaran udara