Ketum PBNU Said Aqil Serukan Warga NU Jaga Pancasila


Jakarta, Buletininfo – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyerukan warga NU untuk tetap menjaga Pancasila. Hal ini adalah kewajiban warga NU sebagai bagian dari Republik Indonesia.

“Ada anggaran atau tidak, tetap menjaga, mengawal, merawat, keutuhan NKRI dengan dasar Pancasila, dengan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Said Aqil dalam sambutannya pada peringatan Hari Lahir NU ks 92 di Masjid Raya Jakarta KH Hasyim Asy’ari, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (31/1/2018).

Aqil pun meminta kepada warga NU untuk berdakwah dengan damai. Hal ini untuk menjunjung tinggi Islam sebagai sebuah agama.

“Kalau Islam baik, suci. Tapi dakwah tidak dengan cara baik, suci, mulia, maka mencoreng menghancurkan Islam,” kata Aqil.

Dalam memperingati hari lahir NU, Aqil mengingatkan seluruh anggota NU untuk tetap memiliki rasa Nasionalisme. Nasionalisme tidak Bertentangan dengan ajaran Islam.

“Nasionalisme bagian dari iman. Karena nasionalisme muncul dari hati yang bersih karena Allah. Nasionalisme kita lahir dari hati yang bersih,” kata Aqil.

Selain Aqil, Rais ‘Aam PBNU Maruf Amin, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tingkat kerukunan yang tinggi. Untuk itu, ada orang asing yang ingin megabadikan hal tersebut dalam film.

“Seorang sutradara film dari Italia datang ke Indonesia. Melihat bagaimana Islam Nusantara itu. Orang non muslim bisa enak tidur. Tentu Islam Nusantara itu Islam yang toleran,” ucap Maruf Amin dalam acara yang sama.

Dalan acara itu, Said Aqil memberikan potongan tumpeng kepada Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko. Perwakilan NU yang lain pun memberikan potongan tumpeng kepada tokoh lain yang hadir.

Terlihat banyak tokoh yang hadir seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Idrus Marham, dan beberapa tokoh lainnya.
(aik/rvk)

Previous Awas Provokasi Tolak Jokowi Masuk Kampus UI, Jangan Percaya!!!
Next Tanggapi Wacana Polri Dibawah Kemendagri, Wakapolri Sebut Tidak Mungkin