Komentar Fadli Zon Terkait Mobil Kepresidenan Asal Bunyi


GAMBIR – Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyarankan Presiden Joko Widodo memakai mobil Esemka yang pernah menjadi perhatian publik, karena dibuat oleh anak bangsa.

Ucapan tersebut dikatakan Fadli menyusul kejadian mogoknya mobil presiden saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.
Sontak saja hal itu mendapat tanggapan dari, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, setiap mobil kepresidenan memiliki standar tersendiri, sesuai aturan dari Pasukan Pengamanan Presiden.

“Kalau naik Esemka, kamu aja yang naik, jangan Presiden, nanti remnya blong,” kata Luhut seraya tersenyum, di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Jumat (24/3).
Akan tetapi, menurutnya, jika nantinya mobil Esemka dapat memiliki anti-peluru atau fasilitas lainnya, bukan tak mungkin bisa dijadikan mobil kepresidenan.
“Jangan buru-buru lah. Mungkin 15 tahun atau 20 tahun lagi kalau sudah lengkap, boleh juga,” ucap Luhut.

Ucapan Fadli yang menyarankan Presiden mengganti mobilnya dengan mobil esmka, menandakan kebodohan dirinya.

Hal ini dikarenakan mobil kepresidenan sendiri harus mempunyai banyak kriteria, salah satunya adalah kriteria yang menjamin keamanan Presiden.

Bahkan, untuk mobil dengan brand terkenal sekalipun dan memiliki harga yang mahal belum tentu dapat dijadikan mobil kepresidenan jika tidak mempunyai kriteria tersebut. Apalagi, esmka yang bukan merupakan mobil yang sudah diproduksi massal.

Biasanya, untuk membeli mobil kepresidenan, pihak produsen mobil, sehingga nantinya dapat memenuhi kriteria tersebut.

Jadi, tidak sembarang mobil dapat dipakai sebagai mobil kepresidenan.

Previous Pancasila Adalah Benteng Ideologi Strategis Yang Merajut Kebangsaan Dan Kemajemukan
Next Luhut menegaskan mobil Kepresidenan ada standar yang harus dipenuhi