Komunitas Royatul Islam Provokator pemecah Belah Umat, Jangan Kotori Monas dengan Unsur Primordial Keagamaan


Jakarta, BuletinInfo – Reuni akbar 212 sudah disinyalir akan ditunggangi oleh kelompok tertentu, saat ini terbukti secara nyata dan jelas, meski dibalut dengan acara keagamaan namun faktanya dipolitisasi oleh kelompok tertentu. Secara kongkrit jelas sekali komunitas komunitas Royatul Islam  menyerukan aksi reuni 212 untuk membela khilafah. Hal tersebut sangat bertentangan dengan upaya pemerintah memberantas organisasi dan faham anti Pancasila karena hal tersebut membahayakan kedaulatan bangsa.

Seperti diketahui masyarakat bahwa HTI telah dibubarkan karena bertentangan dengan ideologi bangsa yaitu Pancasila. HTI juga sudah menjadi organisasi terlarang menyusul telah disahkannya UU Ormas.

Dengan begitu kelompok tersebut seolah menantang hukum dan konstitusi di Indonesia, dimana pemerintah telah menyatakan bahwa faham khilafah bertentangan dengan Pancasila sehingga HTI telah  dibubarkan. Dengan demikian terlihat bahwa komunitas royatul Islam menempatkan diri sebagai pihak oposisional terhadap ideologi bangsa yang menolak penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sesuai dengan perangkat hukum yang berlaku.

Oleh sebab itu masyarakat diimbau tidak mengikuti seruan dari royatul Islam karena hal tersebut berpotensi memecah belah bangsa. Indonesia tidak menyediakan tempat bagi kelompok yang menginginkan Pancasila diganti. Aksi Reuni 212 pun sudah dapat dipastikan akan ditunggangi oleh kelompok tertentu sehingga masyarakat tidak perlu ikut dalam reuni akbar 212 karena akan dimanfaatkan kelompok tersebut.

(HA)

 

Previous Survei Poltracking: Budi Gunawan masuk dalam bursa cawapres 2019
Next PDIP: Rotasi matra dalam pergantian Panglima TNI harus dikedepankan