KPK: Ketua DPR Setya Novanto dicekal selama 6 bulan kedepan


Jakarta, BuletinInfo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan lakukan pencegahan terhadap Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Pengajuan surat cegah dilakukan selama 6 bulan ke depan.

“Iya betul. Pencegahan sudah kita lakukan sejak kemarin. Saya mendapat informasi hari ini bahwa pencegahan sudah dilakukan sejak kemarin untuk 6 bulan ke depan terkait kasus pengadaan KTP elektronik untuk tersangka AA,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (11/4).

Sebelumnya Febri mengatakan total 9 orang sudah dicegah ke luar negeri. Dua terdakwa Sugiharto dan Irman dicegah ke luar negeri dari tanggal 28 September 2016 hingga 28 April 2017. Isnu Edhi Wijaya, Anang Sugiana, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong dicegah ke luar negeri dari tanggal 28 September 2016 -28 April 2017.

Empat nama baru terdiri dari Yosep Sumartono dan Widyaningsih yang dicegah ke luar negeri dari tanggal 17 Oktober 2016 -17 April 2017. Serta dua saksi lain Sidik Gunawan dan Dedi Priyono yang dicegah ke luar negeri dari tanggal 11 Januari 2017 – 11 Juli 2017.

“Total ada 9 yang saat ini dicegah ke luar negeri,” kata Febri dalam saat konferensi pers di kantor KPK, Rabu 15 Maret lalu.

Sidang kedua kasus korupsi e-KTP akan di gelar besok pagi, Kamis, (15/03). Febri mengatakan, saksi di persidangan besok akan fokus mendalami aspek penganggaran. Saksi yang akan dihadirkan menurut Febri adalah pihak Kemendagri, DPR, serta pihak lain.

“Besok kami dalami rencananya aspek penganggaran, unsur saksi dari Kemendagri, DPR dihadirkan di persidangan besok,” imbuhnya.

Terkait siapa nama-nama saksi yang akan dihadirkan, Febri belum bersedia menyebutkan. Penganggaran, imbuh Febri melibatkan instansi seperti Kemendagri, DPR, Kementerian Keuangan, serta pihak swasta.

“Penganggaran libatkan instansi Kemendagri, DPR, Kementerian Keuangan, serta pihak swasta yang sudah pengkondisian sejak awal. Ada unsur Kemendagri kami hadirkan sebagai saksi. Kami harap penanganan perkara berjalan efektif,” papar Febri.

[ang]

Previous Pengamat Arif Susanto: Tuduhan Ahok dan BG dalang dari penyerangan Nobel Baswedan Tidak Mendasar
Next Rizieq Shihab menghasut Masyarakat untuk Makar di Jakarta, Warga harus cerdas jangan mudah terhasut