Lembaga Persahabatan Ormas Islam tolak aksi 299 bermuatan politis


Jakarta, BuletinInfo – Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menolak aksi Bela Islam 299 yang akan dilakukan Alumni Aksi 212 pada Jumat (29/9). Menurut Sekretaris Jenderal LPOI, KH Luthfi, aksi tersebut dipertanyakan tujuannya.

“Aksi untuk apa? kalau untuk politik kami tolak. Kami imbau jangan main-main. Aksi tidak jelas tujuannya,” kata KH Luthfi , Selasa (26/9).

KH Luthfi mengatakan, selama ini ormas Islam dan masyarakat telah sering dipergunakan untuk permainan dan tujuan tertentu. Setelah aksi Rohingya, kali ini isu yang dipergunakan PKI. Jika Aksi Bela Islam 299 mengusung penolakan PKI dengan menolak Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), KH Luthfi menyarankan mereka membaca terlebih dahulu Perppu tersebut.

“Baca lagi. Perppu itu tidak boleh ada komunisme. PKI tidak ada. Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1997 tentang Pembubaran PKI masih berlaku. Apakah akan mengembalikan Hizbut Tahrir Indonesia? LPOI jelas menolak jika ingin mengembalikan HTI,” tuturnya.

KH Luthfi melanjutkan, saat ini LPOI sedang melakukan investigasi mengenai rencana aksi bela Islam 299 tersebut. Bahkan nanti malam, LPOI akan mengumpulkan sejumlah ormas di bawah LPOI untuk membahas Aksi 299. Pasalnya, berdasarkan informasi yang beredar dan hoax, disebutkan akan ada sidang istimewa dan pemakzulan.

“Yang pasti kami menolak. Syarikat Islam Indonesia sepakat menolak, 14 ormas juga sudah konsolidasi menolak. LPOI mengimbau dan tegas mengatakan, jangan main-main dengan Republik Indonesia, kami akan lawan. Kami jaga NKRI agar aman dan tentram,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika kemudian aksi dikaitkan dengan Pilpres 2019, KH Luthfi menegaskan menolak. Proses demokrasi harus berjalan dengan siapapun tokoh yang diusung sebagai calon presiden.

“Mau mengusung Joko Widodo, terserah. Yang penting secara demokratis,” kata dia.

Mengenai ajakan aksi 279, LPOI menyambut gerakan solat Subuh berjamaah. Namun, gerakan tersebut disarankan untuk dilakukan di masjid-masjid terdekat.

“Solat Subuh berjamaah itu positif. Silakan, tapi di masjid-masij terdekat. Jangan bikin gaduh,” tutupnya. (ENA)

 

Previous Menkeu Sri Mulyani ungkap keberhasilan pemerintahan Jokowi di hadapan anggota dewan
Next Terbukti ada "Agenda Setting" Politik dalam aksi 299, Waspada!!!