Lukas Enembe: Saya Dukung Pemerintah Kuasai Freeport


Jayapura – Gubernur Papua Lukas Enembe mendukung sepenuhnya keputusan pemerintah Indonesia terkait dengan PT Freeport Indonesia.

Dia mengatakan bahwa kini waktunya bagi Freeport untuk mengikuti ‘aturan bermain’ yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia.

Menurutnya setelah sekian lama mengelolah tambang emas di Papua dengan mengantongi Kontrak Karya (KK), Freeport kini hanya akan diberikan Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) oleh Pemerintah Indonesia dalam melanjutkan proses produksi konsentrat emas di Tembagapura.

“Sudah waktunya bagi mereka untuk tunduk dan taat mengikuti aturan Indonesia. Sudah 48 tahun mereka menggali emas dengan menggunakan Kontrak Karya, itu sudah cukup. Sekarang waktunya mengikuti peraturan perundang-undangan Pemerintah Indonesia,” kata Enembe, Selasa (21/02/2017).

Sementara itu, dia mengatakan bahwa Pemprov Papua sangat mendukung langkah yang diambil dalam IUPK agar saham Freeport sebesar 51 persen jatuh ke tangan pemerintah Indonesia.

Enembe kemudian juga menegaskan bahwa hal itu sudah menjadi sebuah keharusan yang harus juga dipatuhi Freeport.

Sebelumnya, Freeport tengah menghentikan kegiatan menambang emas dan tembaga lantaran dicabutnya izin ekspor konsentrat oleh Pemerintah Indonesia.

Langkah ini membuat Freeport hanya bisa mengirim 40 persen konsentrat ke perusahaan Smelter di Gresik Jawa Timur.

Hal itu pada akhirnya membuat Freeport akhirnya merumahkan ribuan karyawan demi menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

“Ini (PHK karyawan) bukan untuk bernegosiasi dengan Pemerintah Indonesia. PHK terpaksa dilakukan karena kami harus mengurangi biaya-biaya yang harusnya dapat kami terima sebagai pendapatan,” kata President and CEO Freeport McMoRan Inc, Richard C Adkerson, Senin (20/2) lalu.

Previous Freeport Indonesia Selama Ini Ternyata Banyak Melanggar Kontrak Karya
Next Kapolri: Satgas Merah-Putih Dibentuk Berdasarkan Kesamaan Pikiran, Visi, Hati