Masyarakat Bisa Menilai, HTI Meresahkan Karena Pahamnya Tidak Sesuai Pancasila


Jakarta, BuletinInfo.com – Deretan penolakan keberadaan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah lama terjadi, beberapa wilayah di Indonesia bahkan terang-terang menolak keberadaan HTI yang dianggap memecah keutuhan NKRI.

Akhirnya setelah beberapa kali wacana terkait pembubaran HTI, pemerintah pada bulan Mei lalu menegaskan untuk memutuskan pembubaran ormas HTI lewat jalur pengadilan. Setelah berbagai evaluasi, HTI dianggap bertentangan dengan ideologi negara, Pancasila.

Namun, terdapat juga kelompok yang gencar menolak dan menentang  pembubaran HTI. Mereka adalah pihak yang tidak ingin mengamalkan dan memahami Pancasila dan cenderung pro radikalisme.

Masyarakat bisa melihat dan merasakan sendiri keresahan akibat adanya HTI, maka sepantasnyalah kita mendukung Pemerintah membubarkan ormas radikal seperti HTI karena tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan mengancam keutuhan bangsa dan negara, apalagi kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh HTI selalu menyebabkan timbulnya kericuhan.

Ulamapun kompak mendukung dibubarkannya HTI. Simak beberapa pernyataan Tokoh Agama terkait Pembubaran HTI :

Menteri Agama RI, Pembubaran HTI adalah sikap yang dilandasi dengan penilaian bahwa yang dilakukan HTI adalah gerakan politik, bukan gerakan dakwaah keagamaan.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, kelompok yang merongrong Pancasila, tidak menghormati kebhinekaan dan UUD 1945 harus dibubarkan organisasinya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, … kelompok di tubuh bangsa ini tidak boleh ada yang berideologi dan bertentangan dengan Negara Pancasila.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), ICMI menghargai keputusan Pemerintah Indonesia membubarkan HTI karena bertentangan dengan dasar negara.

Wakil Ketua Komisi Hukum MUI, MUI sudah memiliki sikap yang jelas dan tegas bahwa kami mengamini dan memilih bahwa ini (pembubaran HTI) final.

Adapun kegiatan HTI di daerah yang akhirnya ditolak karena menimbulkan keresahan yaitu :

Makassar 2017, Tablig akbar HTI bertajuk Masirah Panji Rasulullah yang rencananya digelar di Lapangan Karebosi dan Menara Bosowa, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 16 April 2017, dibubarkan aparat polisi.

Surabaya 2017, Aksi HTI yang rencananya digelar Minggu (2/4/2017) di Surabaya dibatalkan karena adanya penolakan dari Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU).

Bandung 2017, Massa yang tergabung dalam Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kota Bandung melakukan unjuk rasa terkait rencana kegiatan HTI di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat pada 15 April 2017, di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (13/4/2017).

 Semarang 2017, Satuan Polrestabes Semarang membubarkan acara Masyirah Panji Rasulillah yang digelar DPD HTI Jawa Tengah di Hotel Grasia, Semarang, Minggu (9/4/2017) malam. Pihak kepolisian beralasan acara itu mengancam kerukunan umat beragama di Semarang karena rawan bentrok fisik antara massa HTI dengan GP Ansor maupun Laskar Merah Putih.

Tangerang 2016, Kegiatan Muktamar HTI yang digelar Minggu (24/4/2016), semula akan dilaksanakan di Rumah Makan Pondok Selera Cimone. Namun karena mendapat penolakan dari warga, kegiatan HTI dialihkan ke Masjid Ar Royyan, Jalan Malabar, Kecamatan Cibodas namun kembali ditolak.

Jember 2016, Aparat Kepolisian Resor Jember membubarkan aksi unjuk rasa massa HTI di Bundaran DPRD Jember, Jumat (30/12/2016).

Dengan rentetan kejadian yang menunjukkan ketidaknyaman dan ketidaknyaman serta keresahan di tengah-tengah masyarakat akan kehadiran HTI, maka sangat urgent dan sudah sepatutnya Pemerintah membubarkan HTI.

Previous Polisi mengidentifikasi keterlibatan orang-orang terkait pemasangan bendera 'serupa ISIS' di Mapolsek Kebayoran Lama
Next Personel polisi harus waspada terhadap ancaman teror dan kantor polisi diperketat penjagaannya