Masyarakat Diminta Bentengi Diri Agar Tidak Terprovokasi Dengan Paham Tak Sesuai Pancasila


Dalam acara Fatayat NU masyarakat diminta agar dapat membentengi diri dan tidak terprovokasi pada paham-paham yang tidak sesuai dengan Pancasila.

Acara harlah Fatayat NU dibuka dengan sambutan dari Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH. MM. dalam sambutannya melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Drs. Widiyono, M.Si. yang menyampaikan selamat atas Fatayat NU dan berharap sumbangsih Fatayat dalam membina generasi muda yang islami tetap istikomah didasari pengabdian ikhlas membangun NKRI.

“Tepat 3 hari yang lalu, esensi dari perjuangan R.A. Kartini sebagai pelopor emansipasi wanita, telah mengantarkan wanita Indonesia mendapat hak dan kesempatan yang sama, namun tentunya tetap menjaga kepribadian adat ketimuran dan teguh bertahan sebagai pelita dalam keluarganya,” kata Widiyono.

Selain itu, dia juga meminta Fatayat NU Purbalingga membentengi diri dan tidak terprovokasi pada paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Karena hidup di Negara Kesatuan yang dibangun dari demokrasi, tentunya memerlukan toleransi, saling menghormati dan semangat persatuan dari berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia, dan bahkan mensyukurinya sebagai nikmat dari yang kuasa atas kebhinekaan yang menjadikan Indonesia bangsa yang besar.

“Maka saya kira, dengan agama atau paham apapun, tidak perlu ada kekhalifahan baru di Indonesia, dan dalam situasi dan kondisi bagaimanapun, tetaplah hidup berdampingan dalam ikatan persaudaraan,” kata Widiyono.
Hal yang senada juga diungkalkan oleh Pembina Fatayat NU Pusat Jakarta, Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. meyampaikan beberapa hal yang perlu diwaspadai dan harus selalu mendapatkan perhatian para orangtua agar anak-anaknya, generasi penerusnya terhindar dari bahayanya.

“Saat ini, negara dalam kondisi darurat ideologi, darurat kekerasan seksual dan juga darurat narkoba,” katanya.

Apabila tidak waspada, menurutnya, generasi bangsa akan mendapatkan dampak-dampak negatif yang tidak hanya akan merusak manusianya saja tetapi akan menghancurkan NKRI.

Dia mengatakan bahwa kondisi demikian juga diperparah dengan penyalahgunaan kemajuan ilmu teknologi, dimana anak-anak dengan mudah mendapatkan akses internet sehingga dampak negatif dari penyimpangan ideologi sedikit demi sedikit mempengaruhi pemikiran anak-anak tanpa filter yang benar.

“Selain itu, anak-anak akan mudah mengakses hal-hal yang membuat obsesi seksualnya tidak terbendung, dan begitu gampangnya bergaul dengan komunitas yang salah dengan pergaulan bebas yang seringkali menjerumuskan anak-anak pada penggunaan narkoba,” ungkapnya.

Jadi, Ida berpesan kepada segenap Fatayat berpesan untuk selalu menjaga anak-anaknya, dari pemahaman ideologi baru selain Pancasila sebagai dasar negara. Kemudian juga mengawasi pergaulannya serta dibatasi dengan tidak serta merta memenuhi keinginannya, namun melimpahkan kasih sayangnya secara bijaksana.

Previous Pembina PP Fatayat NU: Jaga anak-anak dari ideologi baru selain Pancasila sebagai dasar negara
Next 3000 Lapangan Kerja Baru Ketika Pabrik Mitsubishi Diresmikan Jokowi