Masyarakat Indonesia jangan sampai meninggalkan Ideologi Pancasila #PancasilaIdeologiBangsa


Jakarta, BuletinInfo – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak meninggalkan nilai-nilai ideologi bangsa, di tengah pesatnya perkembangan dunia.

Dirinya berharap, jangan sampai nilai-nilai Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa semakin tergerus akibat adanya modernisasi di setiap sendi kehidupan.

“Harus ada alat pemersatu yang kita kenal dengan nama ideologi, maka lahirlah pemersatu sekaligus ideologi yang kita kenal dengan nama Pancasila,” kata Surya dalam keterangan pers yang diterima, Senin (27/3/2017).

Menurutnya bagi Indonesia, ideologi pemersatu merupakan hal yang sangat penting, mengingat bangsa ini terdiri dari berbagai suku bangsa.

“Keberadaan untuk menjadi satu bangsa disadari oleh apa yang telah ada di negeri kita, ratusan suku, ratusan dialeg, ribuan pulau, demikian pula dengan beragam agama, yang kesemuanya telah ada sebelum bangsa ini merdeka. Maka dalam hal itulah pemikir-pemikir bangsa kita meletakkan dasar ideologi Pancasila,” kata Surya.

Akan tetapi muncul kekhawatiran akan tergerusnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia karena kemajuan zaman.

Oleh karena itu, menjadi tugas semua elemen bangsa untuk tetap mempertahankan ideologi Pancasila.

“(Ideologi) itu adalah kita, dan itu adalah milik kita. Jangan pernah hilangkan itu, jangan pernah dia pergi ke tempat lain. Jangan pernah kita tidak pedulikan hingga tergantikan oleh pemikiran-pemikiran dan ideologi yang lain,” kata Surya Paloh.

Dirinya menjelaskan, salah satu upaya yang dapat dilakukan guna memperkuat kembali nilai Pancasila sebagai jati diri bangsa adalah dengan melakukan restorasi.

Ditegaskan, keberadaan restorasi bertujuan untuk mengingatkan kembalj kepada seluruh masyarakat atas semua sistem nilai yang ada, seperti kearifan lokal, adat istiadat, budaya, ideologi, dan filosofi.

“Kearifan lokal sudah menjadi sesuatu yang tidak kita pahami, tapi kita paksakan. Budaya ketimuran sudah menjadi budaya lain, penghormatan kepada wayang kulit, nyanyian Angin Mamiri sudah berubah menjadi musik rock dan sebagainya. Oleh karenanya, kita harus ingatkan sekaligus memperkuat. Jadi, “the real meaning terminology restorasi Indonesia” adalah memperkuat seluruh sistem nilai yang kita miliki sebagai otentiknya Indonesia, itulah restrorasi Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Surya menegaskan, selain memperkuat restorasi Indonesia, dialog kebangsaan perlu dilakukan guna merawat keberagaman bangsa Indonesia yang mempunyai potensi luar biasa.

“Siapapun diantara kita tidak bisa membantah. Kita dilahirkan dengan karunia yang luar biasa,” katanya.

Menurutnya, Indonesia adalah Negara extra ordinary (luar biasa) yang tidak dimiliki bangsa lain.

“Indonesia adalah Bangsa yang unik yang memiliki banyak potensi,” ujarnya.

Previous Pengurus Pramuka Kab.Tanggerang bertanggungjawab terhadap Pramuka makan diatas tanah tanpa alas
Next Komisi II Pastikan Awal april uji kelayakan dan kepatutan calon anggota KPU dan Bawaslu digelar