Meme rumah pemimpin serikat buruh Said Iqbal beredar di media sosial #PresidenSerikatBuruhKorup


Jakarta, BuletinInfo -Tersebar luas di media sosial beberapa meme yang mencantumkan nama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.

Meme tersebut berkaitan dengan pembangunan rumah besar yang diduga milik Said, seperti yang tercantum dalam meme.

Dalam meme yang diunggah oleh akun bernama yona_yuni dituliskan mengenai darimana asalnya uang untuk membangun rumah besar.

” ‘Kita semua bangga punya Presiden buruh yang tegas dan berani menantang kebijakan Negara’ tapi patut dipertanyakan saat ini Presiden kita sedang membangun Rumah dengan ukuran besar di Jl. Rambutan, Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur.

Kita sebagai anggota KSPI/FSPMI patut mempertanyakan uang dari mana untuk bangun rumah dengan nilai milyaran rupiah sementara buruh wajib bayar iuran.

Hidup masih kontrak, ataukah uang Pilkada Bekasi untuk bang OBON TABRONI yang dibagi-bagi untuk kepentingan pribadi.”

Dalam meme tersebut juga tertulis mengenai potongan satu persen kepada para buruh FSPMI seluruh Indonesia untuk para pengurus.

“Kumpulkan iuran buruh FSPMI seluruh Indonesia, potong 1 persen untuk kegiatan dan para pengurus, khususnya Presiden nya.

Berikut ini tulisan yang termuat dalam meme tersebut.

“Rupanya SP dan SB sdh tahu kelakuan presidennya, buruh dijadikan sapi perah olej presiden F.SPMI Said Iqbal.

Buktinya di apunya rumah mewah dg luas tanah 450 meter, luas bangunan lt2, 800 meter, harga jual 4 milyar. Alamt Jl. Rambutan, Kel Kalisari, Kec. Pasar Rebo, Jatim.

Said Iqbal juga menyalahgunakan uang organisasi dan uang pilkada keb bekasi paslon obon tabroni.

Said Iqbal tahun 2016 beli mobil menggunakan uang organisasi.

Banyak harta dari iuran buruh sementara buruh miskin dan sengsara dan tidak berpihak kepada buruh.”

#fspmi #kspi #buruh #fspmikarawang #fspmipurwakarta #fspmisubang #fspmibandungraya #pekerja #indonesia #unjukrasa #demo #demoburuh
Previous Indonesia Natural Leader Hak Asasi Manusia ASEAN
Next Pelanggaran ekspor dengan modus pemberitahuan batang yang tidak sesuai dalam PEB berhasil di bongkar Bea Cukai