Mendag : Penimbun Stok Pangan Akan Dikenai Tindak Pidana


Jakarta, BuletinInfo – Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan pedagang dan distributor mendaftar dan melaporkan posisi stoknya. Hal ini pun dinilai akan efektif memperkuat langkah-langkah pengamanan stok dan pengendalian harga bahan pokok yang telah ditempuh Kemendag selama ini.

Pemerintah Menjamin Stok dan Harga Pangan Menjelang Bulan Suci Ramadhan Aman

Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2017 akan menjadi sumber kompilasi data stok pangan yang menjadi pedoman dalam mengantisipasi fluktuasi harga di daerah tertentu.

Melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 20/M-DAG/PER/3/2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok‎, Kemendag berupaya agar ada data spesifik mengenai jumlah stok pangan di setiap distributor yang ada di daerah. Jika ada pelaku distribusi barang yang tidak segera mendaftar maka gudang mereka bisa disegel, dan bahkan tidak diizinkan untuk berdagang kembali.‎

“Jika tidak lapor kita akan cabut izin dagangnya. Kalo stok tidak dilaporkan ini disebut penimbunan, bisa kena pidana‎. Kami kerjasama dengan kepolisian untuk mengecek ini,” ujar Enggar

Langkah pemerintah dalam mengendalikan stok dan harga bahan kebutuhan pokok terutama dalam menyambut Ramadan dan Lebaran tahun ini mulai menampakkan hasil.

Namun, jika langkah ini tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat permendag ini tidak akan berjalan maksimal.

Sebelumnya,  Enggar sendiri dalam berbagai kesempatan telah memberi peringatan keras terhadap tindakan spekulasi dan pelaku penimbunan stok pangan, yang akan ditindak tegas.

Selain itu, menilik pengalaman yang kerap terjadi menjelang Lebaran, Mendag menekankan pentingnya pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar dari barang-barang kedaluwarsa, barang impor selundupan, dan barang yang tidak aman dikonsumsi

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengapresiasi langkah yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mengantisipasi adanya mafia pangan beroperasi menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Menurut Ketua KPPU M Syarkawi Rauf, langkah strategis itu telah diambil sejak dulu. Sehingga aksi mafia pangan dapat ditangkal dalam mengendalikan harga dan ketersediaan stok pangan.

Agar harga kebutuhan pangan ini benar-benar stabil di pasaran, pihaknya bersama Satgas Pangan akan melakukan pengawasan di berbagai tempat. Tujuannya untuk memastikan kebijakan Menteri Perdagagan, Enggar Lukita bisa terlaksana. (11/5)- RN

Previous Pemindahan Ahok dari LP Cipinang ke MakoBrimob Depok menjadi jalan yang terbaik
Next Kembali Buat Gaduh, Kali ini GNPF MUI Ancam Akan Bergerak Jika Ahok Ditanguhkan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *