Mendag tegaskan keuntungan dalam tata niaga beras harus wajar dan mengikuti aturan HET Beras


Jakarta, BuletinInfo.com –  Sejumlah pusat belanja modern di DKI Jakarta telah menaati Peratuan Menteri Perdagangan (Permendag)  Nomor 57 tahun 2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 31 tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras. Peraturan tersebut berlaku efektif  mulai Senin (18/9/2017).

Dari pantauan media di beberapa di Jakarta dan sekitarnya, harga beras premium turun mencapai 50 persen, dari yang semula Rp 22 ribu hingga Rp 36 ribu per kg, turun menjadi Rp 12.800 per kg. Beras premium dengan merk Maknyuss di Carrefour Cilandak, Jakarta Selatan harga Rp12.800/kg begitu juga beras premium merk Hoki di Giant Cilandak harga 12.800/kg.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta pedagang beras untuk mematuhi pelaksanaan harga eceran tertinggi beras medium dan premium yang berlaku efektif terhitung mulai 18 September 2017.

Mendag menjelaskan sebelumnya pemerintah memberikan toleransi kepada para pelaku usaha perberasan yang masih memiliki stok lama dengan harga beli yang tinggi, sehingga diperlukan waktu transisi untuk mengikuti HET beras medium dan premium tersebut.

“Dalam minggu-minggu ke depan kami akan ingatkan mereka lebih keras lagi tolong indahkan peraturan ini,” kata Mendag usai menghadiri acara Sinkronisasi Kebijakan Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Tahun 2017 di Jakarta, Senin (18/9/2017).

Mendag menuturkan, dengan pemberlakuan HET,  keuntungan yang diambil atas kegiatan tata niaga beras diatur dalam batas wajar, sehingga harga beras bisa terjangkau masyarakat.

“Jadi bagaimana keberpihakan kepada konsumen dengan segala kekurangannya. Semua orang harus mengurangi marginnya. Petani tidak perlu, dia sudah cukup,” ujarnya.

Meski sudah mulai berlaku efektif, Mendag akan terus menyuarakan HET Beras. Jika ada pengusaha yang tidak mematuhinya, tidak segan pihaknya akan mengambil tindakan dengan memberikan sanksi.

Ia menjelaskan kebijakan menetapkan HET untuk komoditas beras kualitas medium dan premium merupakan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan melindungi konsumen dari berbagai upaya spekulatif pedagang.

Dengan diberlakukannya HET beras secara efektif, Mendag menegaskan pengusaha beras yang mencoba mempermainkan konsumen dan tidak menjalankan aturan akan dicabut izinnya.

“Jangan pernah main-main sebab sesudah ini kami akan lebih keras lagi mengambil langkah. Kalau tetap melawan, kami akan cabut izinnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mendag mengungkapkan bahwa putusan ditetapkannya angka HET beras sudah diperhitungkan dengan kondisi supaya tidak ada yang dirugikan  dengan mekanisme pasar harga tetap terkendali antara suplai dan demand. “Kita punya Inpres Nomor 5, di mana kalau harga terlalu jauh maka Bulog yang turun. Artinya dia tetap membeli sesuai ditetapkan,”ujarnya saat itu.

Mendag juga telah menjelaskan bahwa dalam mengambil keputusan terkait penggolongan dan HET Beras, Pemerintah telah mendengarkan masukan dari seluruh pihak yang terlibat dalam tata niaga beras, mulai dari petani, penggilingan, distributor dan penjual.

Penetapan HET mempertimbangkan harga pokok dan biaya distribusi, dimana penentuan harga ini diperhitungkan berdasarkan wilayah penghasil dan ongkos pengiriman ke daerah konsumen beras. Dengan kata lain, HET Beras di tiap wilayah di Indonesia tidaklah sama.

Previous Kepala Daerah yang sudah dipilih rakyat tertangkap OTT oleh KPK, Memalukan!!!
Next Isu Kebangkitan PKI Sebagai Alat Politik Menjatuhkan Jokowi