Menekan Defisit Dagang, Presiden Joko Widodo Bahas Kemudahan Ekspor Dengan Raja Salman


Jakarta, BuletinInfo – Pemerintah Indonesia berharap kerjasama dengan Arab Saudi dapat meningkatkan hubungan perdagangan bilateral antar kedua negara.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengajak Raja Salman untuk menghilangkan hambatan di sektor perdagangan, dimana kerjasama pengembangan perdagangan merupakan salah satu dari 11 Kesepahaman yang telah ditandatangani bersama.

“Indonesia mengharapkan pemberian kemudahan akses pasar bagi produk Indonesia terutama produk halal, perikanan, obat-obatan, alat kesehatan, produk tekstil, serta garmen Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukito mengatakan bahwa nilai perdagangan Indonesia-Arab Saudi pada 2016 sebesar Us$ 4,06 miliar mengalami penurunan sebesar 25,98% dibandingkan 2015, dimana pada 2016 lalu, Arab Saudi merupakan negara tujuan ekspor terbesar Indonesia ke kawasan timur tengah dengan nilai ekspor mencapai US$ 1,33 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Arab Saudi adalah sebesar US$ 2,73 miliar.

Menurut Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan bahwa selama ini, ekspor Indonesia ke Arab Saudi terbilang cukup sulit karena standar yang diterapkan negara-negara Timur Tengah memang tinggi, sehingga kalau mau ekspor barang harus menyesuaikan.

Beberapa produk yang diekspor Indonesia ke Arab Saudi yaitu kendaraan bermotor, minyak kelapa sawit, tuna, karet, dan produk kertas, bubur kertas, arang kayu, tekstil dan produk tekstil.

Previous Pemerintah Harus Fokus Pada Aturan Yang Ada Untuk Realisasikan 11 Kesepakatan bersama Arab
Next Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Seorang Yang Masih Kurang Fasih Jangan Diolok-Olok, Hargailah Usaha Orang Tersebut

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *