Menhub: KIR merupakan suatu kewajiban yang harus dipatuhi pengemudi taksi online


Jakarta, BuletinInfo.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan, pengemudi angkutan online wajib KIR kendaraannya. Mereka punya kewajiban untuk memerhatikan keselamatan penumpangnya.

Budi Karya didampingi direktur jendral perhubungan Budi Setiyadi mengunjungi Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Minggu (5/11) dalam rangka kunjungan kerja uji KIR untuk angkutan online.

“KIR adalah sutu kewajiban dari kendaraan komersil yang akan melakukan kegiatan. KIR adalah bagian yang harus dipenuhi karena berkaitan dengan safety,” kata Budi saat melihat proses uji KIR angkutan online.

Dalam kunjungannya Menhub, turut melihat dan menguji kendaraan online layak jalan sampai ke tahap akhir penempelan stiker uji KIR. “Saya kesini naik Uber, pengemudinya akan uji KIR,” kata Budi Karya.

Menhub menyampaikan KIR merupakan suatu kewajiban yang harus dipatuhi pengemudi. Para pengemudi angkutan online juga harus memerhatikan keselamatan penumpangnya dengan uji KIR ini.

“Sudah ada GrabUber bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan melaporkan untuk menganjurkan segera uji KIR,” ujarnya.

Layanan dan proses telah dimudahkan oleh Kementrian Perhubungan. Uji KIR kendaraan merupakan suatu keharusan karena itu sudah ada aturan hukumnya.

Pengawasan uji KIR ini akan dilakukan Dishub per tiga bulan. “Taksi aplikasi ataupun taksi konvensional harus patuh apa yang disyaratkan,” ujarnya. Ada 30 armada Grab dan 100 armada dari Uber yang melakukan uji KIR hari ini.

Budi juga mempersilakan kepada pihak swasta atau agen pemegang merek untuk melakukan uji KIR.

“Kita juga minta kepada pihak swasta, pemegang merek untuk melakukan (uji KIR), karena dengan seperti ini prosesnya lebih cepat. Apalagi kendaraan ini dibeli baru, baru itu praktis yang sudah baik. Jadi tinggal legitimasinya saja KIR, mungkin dari institusi yang sama.”

Budi menyebut batas maksimal setelah melakukan uji kir adalah tiga bulan. Jumlah kendaraan yang telah dilakukan uji kir saat ini Budi menuturkan sekitar 10.000 kendaraan khusus untuk di wilayah DKI Jakarta.

“Kita akan memberikan batas waktu maksimal tiga bulan. Cukup banyak ya (yang sudah melakukan uji kir), tapi nanti detailnya. Yang sudah 10.000 yang di sini, Jakarta saja,” ujarnya.

Menhub Budi mengikuti uji KIR angkutan online mulai dari pendaftaran, Asap, lampu, rem: spedometer, roda , rem tangan yang kecepatannya harus 40 km/jam,Periksa kolong; sop beker, alarms tir dan diakhiri dengan penempelan stiker pada bagian kaca depan dan belakang mobil.

Previous Serikat buruh menyesal pilih Anies-Sandi karena merasa ditipu perihal UMP
Next Jokowi Meminta Harga Jagung Tetap Stabil Untuk Keperluan Produksi Lainnya