Menhub: Presiden Perintahkan Pedagang Jalur Pantura Harus Dapat Lapak Di Pinggir Tol Trans Jawa


Jakarta, BuletinInfo.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah memerintahkan dirinya agar pengoperasian jalan tol Trans Jawa nantinya tidak boleh mematikan usaha produk lokal yang selama ini sudah dikenal luas dan dijajakan oleh pedagang di sepanjang Jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Untuk itu, Presiden meminta supaya disiapkan ruang khusus  bagi para pedagang tersebut  agar potensi ekonomi di sepanjang jalan tol tetap hidup.

“Presiden sudah wanti-wanti jangan sampai kegiatan-kegiatan jualan seperti Sate Pemalang yang enak itu digeser. Harus dapat tempat di pinggir jalan tol,” ujar Budi saat Dialog Nasional Sukses Indonesia-ku di Rest Area dan Wisata Balegandrung, Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (23/9/2017).

Dengan demikian, imbuh dia, bagi para pengguna jalan tol, masih bisa membeli Sate Pemalang saat melewat Pemalang atau telur asin khas Brebes. Lapak jualan juga disediakan bagi para pengrajin batik khas Pekalongan.

Menhub juga mengatakan, pemerintah daerah harus menyikapi beroperasinya jalan tol Trans Jawa dengan mendorong potensi ekonomi di daerah agar bisa dipasarkan di tempat istirarat (rest area) yang berada di di sejumlah titik lintasan jalan tol.

“Kalau yang mau usaha-usaha, lapor ke bupati, nanti kita koordinasikan,” kata Budi.

Budi Karya juga meminta agar operator atau perusahaan jalan tol memberikan kesempatan kepada produk lokal untuk bisa mengisi rest area dengan produk-produk lokal.

Tol Trans Jawa nantinya akan menghubungkan Jawa bagian barat sampai bagian timur.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa tol Trans Jawa dapat tersambung hingga Semarang pada tahun depan. Setelah itu, fokus pembangunan tol beralih ke Jawa Timur, di mana terdapat tol Surabaya-Mojokerto, dan Mojokerto-Jombang-Kertosono yang saat ini tengah masa konstruksi.

Trans Jawa ini nantinya dapat mendukung kelancaran logistik, terutama untuk kendaraan bera tseperti truk agar terhindar dari hambatan dan tidak melewati jalan pemukiman sehingga dapat memperlancar arus logistik dari pelabuhan merak hingga Banyuwangi.

Pengerjaan Jalan Tol Trans Jawa saat ini antara lain tengah dilakukan di ruas Tol Salatiga-Solo yang baru mencapai 10 persen. Pasalnya, pembebasan lahannya baru selesai seluruhnya.

Untuk mengejar target akhir tahun 2018, Kementerian PUPR akan menggenjot pengerjaan ruas tol ini.

Previous Republik Indonesia Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi Minamata ke PBB
Next Polisi berhasil ringkus pemilik situs nikahsirri.com