Menjaga harga Pangan, Pemerintah dan BI menyusun Rencanan Antisipasi kenaikan BBM dan Elpiji 3 kg


Jakarta, BuletinInfo – Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama  Bank Indonesia (BI) mengantisipasi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan elpiji 3 Kilogram (Kg) bulan Juli sampai dengan Desember 2017 untuk menjaga agar  inflasi tetap berada pada rentang 4 persen-5 persen hingga akhir tahun ini.

Perlu diketahui bahwa sejak Januari sampai Juni nanti  belum akan ada kenaikan harga BBM dan elpiji, dimana Pemerintah dan BI akan terus saling berkoordinasi untuk memastikan apakah ada kemungkinan terjadinya kenaikan harga BBM subsidi dan tabung melon.

Untuk tahun 2017, BI menetapkan target inflasi sebesar kurang lebih 4%. Inflasi dari gejolak harga pangan ditetapkan dalam rapat di bawah 4 persen sampai 5 persen. Realisasi saat ini secara year on year (Yoy) dari inflasi bahan pangan adalah sebesar 2,89 persen per 31 Maret 2017.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowodojo menjelaskan bahwa kondisi inflasi di 2 tahun terakhir yakni 3,35%, 3,02% merupakan pencapaian yang baik, namun perlu dipahami bahwa jika dilakukannya satu reformasi energi, melalui subsidi yang kurang efektif akan berdampak kepada inflasi yang agak tinggi.

Saat ini, tingkat harga masih dalam kondisi stabil, tapi pemerintah akan melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga BBM dan elpiji pada paruh kedua tahun ini.

Apabila volatile food atau fluktuasi harga Komponen inflasi IHK yang mencakup beberapa bahan makanan dapat dijaga, maka kemungkinan adanya peluang melakukan penyesuaian harga barang-barang oleh pemerintah, sehingga, meskipun nantinya terdapat penyesuaian harga BBM dan LPG yang termasuk ke dalam administered price, pemerintah akan berupaya untuk menekan inflasi dengan pengendalian harga bahan pangan. Di antaranya adalah harga cabai hingga bawang.

Pemerintah dan BI sepakat melakukan pengendalian di gejolak harga pangan, seperti cabai, bawang, dan lainnya. Dengan begitu, ketika ada kenaikan harga BBM dan elpiji 3 Kg, maka dampaknya tidak signifikan, termasuk pengaruh efek lanjutannya sehingga tetap terjaga sesuai target.

Pada kesempatan lainnya, Kepala Badan Pusat Statistik Suharyanto mengatakan hingga saat ini, inflasi masih cenderung stabil. Untuk itu, pemerintah masih akan fokus untuk melihat dampak dari berbagai komponen bagi inflasi ke depannya.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bahwa pemerintah tengah menganalisa, mengkalkulasi, dan mencari solusi yang tepat untuk tetap mengendalikan laju inflasi dan akan melakukan koordinasi dengan Menteri ESDM terkait hal tersebut. (15/4) – RN

Previous Survey Charta politica bulan April memenangkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat 47,3 persen sedangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno 44,8 persen
Next Djarot: Ideologi Kita Itu Pancasila