Menkeu: Selama Ekspor Impor dan Cadangan Devisa Bagus Dapat Menjaga Kestabilan Nilai Rupiah


Jakarta, BuletinInfo.com – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani menjelaskan bahwa pelemahan nilai mata uang rupiah saat ini hanya bersifat sementara disebabkan sentimen pada waktu-waktu tertentu saja karena kondisi global.

Menurut Sri Mulyani, selama nilai tukar Rupiah masih dalam dalam kondisi yang wajar maka fundamental perekonomian Indonesia tidak akan terganggu isu global atau yang sifatnya fundamental.

Nilai tukar rupiah, kata Sri Mulyani juga dipengaruhi oleh faktor eksternal mulai dari isu geopolitik, hingga normalisasi kebijakan bank sentral AS.

“Selama dari sisi fundamental, kalau untuk rupiah, ekonomi Indonesia, perdagangan internasional, ekspor, impor, capital inflow, cadangan devisa bagus, maka fundamental itu akan menjaga nilai tukar pada tingkat yang stabil,” jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya menilai nilai tukar rupiah yang saat ini kembali melemah tidak akan berlangsung lama.

Sebagai informasi, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia, nilai tukar rupiah pada awal pekan lalu berada di posisi Rp13.483 per USD. Kemudian pada Selasa 17 Oktober, rupiah terdepresiasi menjadi di level Rp13.490 per USD.

Pada Rabu 18 Oktober, mata uang Garuda terdepresiasi di level Rp13.514 per USD. Lalu pada Kamis 19 Oktober, rupiah kembali terdepresiasi di level Rp13.521 per USD.

Namun pada Jumat 20 Oktober, rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS, di level Rp13.517 per USD.

Penguatan rupiah terjadi terjadi kemarin setelah dolar Amerika sempat rebound yang didorong meningkatnya ekspektasi kebijakan pemangkasan pajak di Amerika.

Previous Aksi mahasiswa 20 oktober menuai reaksi keras dari masyarakat karena tidak taat aturan
Next Program Ekonomi Jokowi Untuk Menuju Ekonomi Tak Berbiaya Tinggi