Menkeu : Setelah mendapat Investment Grade potensi investasi yang masuk Indonesia sebesar US$ 700 Miliar


Jakarta, BuletinInfo.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Pemerintah memperkirakan ada potensi investasi masuk hingga 700 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 9.300 triliun (kurs Rp 13.300). Aliran dana tersebut berpotensi masuk setelah Indonesia mendapat peringkat layak investasi dari tiga lembaga pemeringkat internasional.

Sri Mulyani Indrawati mengatakan selama ini beberapa investor menahan dananya karena Indonesia belum memiliki peringkat layak investasi secara lengkap dari ketiga lembaga pemeringkat. Tiga lembaga pemeringkat internasional yakni Fitch, Moody’s dan Standard and Poor’s (S&P) memberikan peringkat layak investasi untuk Indonesia.

“Dengan investment grade, banyak perbankan internasional menawarkan financing. Kami bahkan bisa mengakses 700 billion investment fund yang selama ini enggak bisa masuk ke Indoensia karena kami belum investment grade,” kata Sri Mulyani di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6).

Dengan potensi investasi sebesar itu, menurutnya, Indonesia akan banjir investasi dan pertumbuhan indikator investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,81 persen pada kuartal I 2017 lalu dapat terdongkrak.

Bahkan, bukan tidak mungkin, target pertumbuhan investasi yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2018 sebesar 8,0 persen dapat dicapai oleh Indonesia. Sebab, sentimen positif dari tiga lembaga rating turut membuat Indonesia kian ‘seksi’ di mata investor asing.

Sri Mulyani memastikan bahwa pemerintah akan segera membuat proyeksi dan target investasi yang benar-benar bisa mengalir ke Tanah Air dimana aliran investasi tersebut, akan diprioritaskan pemerintah agar bisa masuk ke proyek-proyek infrastruktur yang tengah digenjot oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga target penyelesaian sejumlah infrastruktur pada 2019 mendatang bisa dirampungkan pemerintahan Kabinet Kerja.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menilai, Indonesia memiliki peluang kebanjiran investasi dari Jepang dan menarik investasi dari Brasil yang mengalami koreksi rating kelayakan investasi.

“Negara seperti Brasil yang ada koreksi rating akhirnya dialokasikan ke Indonesia dan (Indonesia bisa mendapat aliran investasi) dari Jepang juga. Jadi, mereka berpotensi memperbesar porsi portofolionya ke Indonesia,” ucap Agus.

Khususnya untuk Jepang, menurut Agus, Negeri Sakura tersebut berpotensi mengucurkan investasi karena manajer portofolio Jepang telah memberikan sinyal positif kepada negara yang telah mengantongi rating layak investasi dari tiga lembaga rating, seperti yang telah dimiliki oleh Indonesia.

Dengan potensi dan sentimen tiga rating layak investasi tersebut, Agus melihat bahwa Indonesia bisa menampung investasi dalam bentuk investasi asing langsung dan investasi portofolio.

Untuk investasi asing langsung, dapat dialirkan secara langsung pada proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Sedangkan untuk investasi portofolio, dapat dialirkan ke pengelola investasi, seperti manajer investasi dan perbankan multinasional besar, Sebab, dengan rating tersebut, sejumlah manajer investasi tentu akan mengarahkan investor untuk menanamkan dananya ke Tanah Air.

“Begitu Indonesia dapat investment grade, porsi portofolio mereka akan membesar, misalnya dari 6,0 persen menjadi 8,0 persen. Jadi, mereka bisa menempatkan dana lebih besar ke Indonesia,” pungkasnya.

 

 

Previous Aktivis 98 beri dukungan kepada KPK untuk proses hukum Amien Rais terkait kasus korupsi dana alkes
Next Takut Pulang, Rizieq Shihab Perpanjang Visa-nya

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *