Menlu Ungkapkan Bahwa Indonesia-AS Akan Tingkatkan Kerjasama Lawan Terorisme


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan Ketua DPR Amerika Serikat Paul Ryan pada Kamis (4/5) di Capitol Hill, Washingthon D.C.

Di dalam pertemuan tersebut Retno menegaskan perihal pemberantasan radikalisme dan terorisme yang menjadi tantangan global.

Dia mengatakan bahwa penyelesaian isu tersebut memerlukan kerja sama yang erat dari berbagai pihak melalui pendekatan secara hard power dan soft power di waktu bersamaan.

“Saya menggaris-bawahi perlunya upaya global untuk membangun counter-narrative yang menyampaikan pesan bahwa Islam merupakan rakhmatan lil alamin dan terorisme tidak terkait dengan agama apapun, termasuk Islam,” kata Retno dalam keterangan tertulis.

“Pengaitan agama dengan aksi terorisme bukan saja tidak benar, namun dapat menjadi sumber permasalahan baru,” tambahnya dia.

Indonesia, menurutnya, merupakan mitra penting AS dalam menjaga perdamaian dan keamanan serta membangun kemakmuran bersama.

“Karena Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan negara demokratis terbesar ketiga di dunia yang menjunjung tinggi pluralisme dan kebhinekaan,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan perihal pengembangan kerja sama kedua negara di bidang perdagangan dan investasi yang bersifat saling menguntungkan.

“Perekonomian kedua negara bersifat saling melengkapi (complementary) sehingga terdapat potensi yang sangat besar untuk terus kembangkan kerja sama,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Retno juga membahas situasi di Timur Tengah khususnya di Palestina.

Dia menggarisbawahi  komitmen dan dukungan Indonesia terhadap upaya kemerdekaan Palestina.

“Two state solution adalah solusi yang terbaik bagi penyelesaian konflik Palestina-Israel,” ujar Retno.

Kunjungan Menlu Retno Marsudi ke Washington DC  dari tanggal 4-5 Mei ini adalah dalam rangka menindaklanjuti  kunjungan Wapres Mike Pence ke Jakarta pada April lalu.

Retno dalam kunjungannya melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Amerika Serikat, Rex Tillerson, kunjungan kehormatan ke Wapres Mike Pence dan ke Ketua DPR AS Paul Ryan, serta bertemu dengan Penasihat Presiden Donald Trump bidang penanggulan terorisme, Thomas P. Bossert.

Kerjasama bilateral ini adalah bukti dari keseriusan pemerintah dalam memerangi terorisme di Indonesia.

Selama ini, terorisme merupakan ancaman bagi Indonesia dan telah menimbulkan korban jiwa.

Terlebih lagi, para pelaku teror selalu berusaha untuk menyebarkan paham radikalismenya di masyarakat agar nantinya dapat direkrut menjadi anggotanya.

Mereka bahkan menggunakan sarana media sosial untuk lebih mudah menyebarkan paham-pahamnya.

Karena itulah, masyarakat harus berhati-hati terhadap penyebaran paham-paham radikal dan teroris seperti ini. Agar nantinya tidak terjebak untuk melakukan aksi-aksi yang merugikan orang banyak.

Previous Pembubaran HTI Hanya Tinggal Menunggu Waktu
Next KPK Akan Mengadukan 63 Ribu Wajib Pajak Industri Sawit Ke Presiden