Menteri ESDM menandatangani Amandemen 27 perusahaan Tambang ini


Jakarta, BuletinInfo – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan hari ini menandatangani amandemen kontrak karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) milik 27 perusahaan pertambangan.

Ignasius Jonan mengungkapkan, perusahaan tambang pemegang KK yang ingin mengekspor mineral olahan (konsentrat) harus melepas status KK menjadi IUPK, dan membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (konsentrat).

Terdapat 102 kontrak yang perlu dilakukan amandemen sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), sebanyak 58 kontrak yang terdiri dari 21 KK dan 37 PKP2B telah ditandatangani pada 2014 dan 2015, maka dengan ditandatanganinya 27 kontrak pada hari ini, maka total kontrak yang telah diamandemen menjadi 58 kontrak yaitu terdiri dari 21 KK dan 37 PKP2B.

Tujuan utama amandemen kontrak pertambangan ini agar usaha pertambangan dapat memberi manfaat ekonomi dan sosial yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat Indonesia, sesuai pasal 33 UUD 1945.

Amandemen kontrak ini meliputi penyesuaian terhadap enam isu strategis, yaitu wilayah perjanjian, kelanjutan operasi pertambangan, penerimaan negara, kewajiban pengolahan dan pemurnian, kewajiban divestasi saham, dan kewajiban penggunaan tenaga kerja lokal, barang dan jasa dalam negeri.

Amandemen 12 KK yang ditandatangani tadi terdiri dari:

1. PT Kasongan Bumi Kencana dengan lokasi garapan tambang emas seluas 12.380 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah telah memasuki tahap operasi produksi.

2. PT Citra Palu Mineral dengan lokasi garapan tambang emas seluas 85.180 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Donggala, Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah telah memasuki tahap studi kelayakan.

3. PT Ensbury Kalteng Mining dengan lokasi garapan tambang emas seluas 21.110 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah telah memasuki tahap operasi produksi.

4. PT J Resources Bolaang Mongondow dengan lokasi garapan tambang emas seluas 58.150 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara telah memasuki tahap operasi produksi.

5. PT Pasifik Masao Mineral dengan lokasi garapan tambang emas seluas 20.840 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Barito Utara Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah telah memasuki tahap studi kelayakan.

6. PT Woyla Aceh Minerals dengan lokasi garapan tambang emas seluas 24.260 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh telah memasuki tahap eksplorasi.

7. PT Dairi Prima Mineral dengan lokasi garapan tambang timbal dan zinc seluas 27.420 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara telah memasuki tahap konstruksi.

8. PT Gag Nikel dengan lokasi garapan tambang nikel seluas 13.136 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat telah memasuki tahap konstruksi.

9. PT Galuh Cempaka dengan lokasi garapan tambang emas seluas 7.470 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan telah memasuki tahap operasi produksi.

10. PT Gorontalo Mineral dengan lokasi garapan tambang emas seluas 24.995 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Bone Mongondow, Provinsi Gorontalo telah memasuki tahap studi kelayakan.

  1. PT Pelsart Tambang Kencana dengan lokasi garapan tambang emas seluas 66.200 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan telah memasuki tahap studi kelayakan.

    12. PT Sorikmas Mining dengan lokasi garapan tambang emas seluas 66.200 Hekta Are (Ha) di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara telah memasuki tahap konstruksi.

    Sementara amandemen 15 PKP2B yang telah ditandatangani Menteri ESDM terdiri dari:

    1. PT Multi Harapan Utama generasi I+ dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Kutai Kertanegara, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur dengan luas garapan 39.972 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap produksi.

    2. PT Tanito Harum generasi I+ dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas garapan 34.583 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap produksi.

    3. PT Marunda Graha Mineral generasi II dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah dengan luas garapan 18.084 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap produksi.

    4. PT Asmin Bara Bronang generasi III dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Kapuas, Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah dengan luas garapan 24.980 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap produksi.

    5. PT Asmin Bara Bronang generasi III dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Kapuas, Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah dengan luas garapan 24.980 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap produksi.

    6. PT Bangun Banua Persada Kalimantan generasi III dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Banjar, Tapin Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas garapan 6.960 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap produksi.

    7. PT Batubara Selaras Sapta generasi III dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas garapan 43.034 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap eksplorasi.

    8. PT Baramutiara Prima generasi III dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dengan luas garapan 19.340 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap operasi produksi.

    9. PT Bharinto Ekatama generasi III dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Barito Utara, Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dengan luas garapan 17.311 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap operasi produksi.

    10. PT Bumi Laksana Perkasa generasi III dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas garapan 11.330 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap studi kelayakan. 11. PT Delma Mining Corporation generasi III dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas garapan 20.160 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap konstruksi.

    12. PT Kadya Caraka Mulia generasi III dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan dengan luas garapan 4.628 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap operasi produksi.

    13. PT Pesona Khatulistiwa Nusantara generasi III dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas garapan 21.875 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap operasi produksi.

    14. PT Suprabari Mapanindo Mineral generasi III dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah dengan luas garapan 23.940 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap operasi produksi.

    15. PT Mahakam Sumber Jaya generasi III+ dengan lokasi garapan tambang batubara yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas garapan 20.380 Hekta Are (Ha) yang telah memasuki tahap operasi produksi.

Previous Ketum Bamusi: Jangan sampai Indonesia dipecah belah oleh kelompok agama menyebar kebencian#TolakRadikalismeTerorisme
Next Biadab...Rizieq dan Rombongan Injak-injak makam sunan ampel