Menyimak Kesiapan Pemerintah Membangun Sarana Mudik Lebaran Yang Hampir Rampung


Jakarta, BuletinInfo.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan Jalan Tol Trans-Jawa dan Tol Trans-Sumatera untuk fungsional bagi pemudik.

Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono bersama timnya terus memantau kesiapan arus mudik Lebaran 2017. Tim terbagi dua untuk menelusuri jalur Pantai Utara Jawa (Pantura), baik jalan nasional maupun jalan tol.

Adanya ketambahan ruas jalan tol pada tahun ini menandakan kesiapan  infrastruktur mudik Lebaran 2017 jelas terlihat lebih baik dibanding tahun 2016.

Untuk ruas jalan tol Trans-Jawa, jalan tol fungsional adalah sepanjang 337 kilometer yang terdiri dari Ruas Brebes Timur-Weleri sepanjang 110 kilometer dan diitambah Ruas Semarang-Surabaya 227 kilometer sedangkan Trans-Sumatera sepanjang 65 kilometer, sehingga totalnya adalah 402 kilometer.

Ruas fungsional diharapkan mampu mengurangi atau memecah kemacetan pada 4 titik rawan, yaitu di Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Batang.

Ruas jalan tol di Pulau Jawa yang akan operasi menyambut arus mudik Lebaran tahun ini di antaranya Tangerang- Merak, Jakarta-Tangerang, Jakarta-Cikampek, Cikampek-Palimanan, Palimanan- Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Cikampek- Purwakarta-Padalarang-Cileunyi serta ruas tol Jakarta-Bogor- Ciawi. Sementara jalur fungsional ruas tol meliputi Brebes Timur-Semarang.

Kementerian PUPR akan mengoperasikan jalan tol fungsional Brebes Timur-Weleri sepanjang 110 kilometer selama 24 jam, mulai H-10 Lebaran tahun ini atau 15 Juni 2017. Hingga saat ini, pembangunan jalan tol tersebut terus dikebut. Salah satunya jembatan kali Sambong di ruas tol tersebut. Jembatan sepanjang 110 meter itu berada di Kandeman, Kota Batang.

Menurut Basuki, dengan progres pembangunan yang dikerjakan selama 24 jam ke depan, jembatan ini akan bisa digunakan tepat waktu yaitu H-10 Lebaran nanti.

“Ini akan dikebut pembangunannya, dan betonnya akan ditingkatkan dari K350 menjadi K500 jadi keringnya tidak perlu hingga seminggu,” ujar Basuki di lokasi proyek Tol Batang-Semarang, Minggu, 11 Juni 2017.

Selain memantau progres pembangunan jalan tol, Basuki juga memantau progres pembangunan fly over atau perlintasan sebidang kereta api dari Brebes hingga Kretek.

Dari lima perlintasan sebidang, Basuki mengatakan empat perlintasan yang dibangun fly over. Perlintasan yang sudah selesai pembangunannya adalah di wilayah Klonengan, sedangkan yang masih perlu dikebut adalah di Kretek, Bumiayu.

“Untuk sementara fly over yang di Kretek akan fungsional saat Lebaran, dua bentang block jembatan akan terpasang dalam dua hari ini, sedangkan sisanya menggunakan jembatan bely (darurat),” ujarnya. “Pemasangan markah jalan seperti spot light agar terang pada malam hari dan petunjuk jalan akan dikebut sebelum H-10,” kata Basuki

Di jalur selatan Pulau Jawa, persiapan menyambut arus mudik sudah dilakukan mulai Cilacap hingga Yogyakarta, Prupuk-Purwokerto, dan Banyuputih-Parakan.
Sedangkan, Jalan Tol Semarang-Surabaya yang difungsikan adalah ruas Salatiga-Kartasuro, Widodaren-Klitik (Ngawi), Gunungan (Magetan)-Sawahan (Nganjuk), Kedungjati (Grobogan)-Purworejo, dan Wilangan (Nganjuk)-Kertosono.

Sementara itu, untuk 65 kilometer Jalan Tol Trans-Sumatera yang difungsikan ialah Jalan Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar pada segmen Lematang-Kotabaru (5 kilometer); Palembang-Indralaya pada ruas Palembang-Pamulutan (7 kilometer); Medan-Binjai pada ruas Helvetia-Binjai (10 kilometer); dan Medan-Kualanamu, yakni pada ruas Pabarakan-Kualanamu (7 kilometer) dan Pabarakan-Sei Rampah (36 kilometer).

Pemerintah juga menyiapkan kantong parkir atau  parking bay yang  dapat mengurangi volume kemacetan untuk menunjang mudik lebaran 2017. Parking bay dibangun untuk membantu rest area yang selalu penuh di tiap musim mudik. Nantinya, kata Basuki, di setiap parking bay di jalur mudik lebaran akan disiapkan musala dan toilet serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jeriken untuk kondisi darurat. Selain itu juga disediakan pos kesehatan bekerja sama dengan rumah sakit terdekat. Untuk Tol Jakarta menuju Cikampek, terdapat beberapa parking bay pada kilometer 18, 41, dan 59. Sedangkan ke arah sebaliknya ada di kilometer 33 dan 58. Pada tol Cipali untuk kedua arah pada kilometer 78, 153, 133 +500, Tol Palikanci 191 +450 dan Tol Pejagan-Pemalang kilometer 282 +500 pada kedua arah. “Saya optimis semua infrastruktur pendukung menghadapi arus mudik Lebaran 2017 dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa peraturan penggunaan parking bay tidak boleh lebih dari satu jam, karena memang bukan untuk tempat istrahat berlama-lama. Untuk pengendara yang membutuhkan toilet setelah itu bisa melanjutkan perjalanan.

Guna menghindari kelangkaan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama arus mudik dan balik Idul Fitri 2017 Pertamina memantau stock disetiap depo dan kilang minyak menggunakan sistem komputerisasi, Sistem Informasi Manajemen Supply dan Distribution (SIMSND).

PT Pertaminapun telah menyiapkan skenario mengantisipasi terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak pada saat arus mudik lebaran 2017 dimana Pertamina siap mengejar pemudik yang terjebak kemacetan baik di jalan tol atau pun jalan nasional dengan menggunakan sepeda motor dan kemasan kaleng. Hal ini juga untuk mengantisipasi para pengecer illegal dan melayani konsumen.

Previous Dirut PT. Garam ditangkap pihak kepolisian atas dugaan penyalahgunaan impor dan distribusi garam industri sebanyak 75 ribu ton
Next Pemerintah pasti membubarkan ormas anti Pancasila dengan membuat payung hukum

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *