Mulai 10 April 2017 berlaku Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Gula, Minyak Goreng dan Daging Beku


Jakarta, Buletin Info – Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menetapkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk tiga komoditas, yakni gula, minyak goreng, dan daging untuk menjaga stabilitas harga dari ketiga bahan pokok tersebut.

“Kementerian Perdagangan menetapkan kebijakan HET untuk komoditas gula sebesar Rp12.500 per kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp11.000 per liter dan daging beku dengan harga maksimal Rp80.000 per kg,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada saat penandatanganan MOU di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dengan belasan distributor gula, minyak goreng, dan daging.

Enggar mengatakan pasar ritel modern sebagai pasar harga acuan (price leader) dipastikan tidak akan menjual tiga komoditas pangan tersebut lebih dari HET yang ditetapkan. Kebijakan penetapan harga ini mulai berlaku 10 April 2017.

Dengan mulai diberlakukannya HET, maka masyarakat di seluruh Indonesia menikmati harga yang sama untuk tiga komoditas tersebut

Ia merinci harga jual gula dari produsen yang disepakati sebesar Rp11.900 per kg dengan kemasan 1 kg, dan Rp10.900/kg dalam ukuran 50 kg untuk dikemas ulang sebesar 1 kg oleh masing-masing ritel.

Untuk daging beku, harga jual dari distributor sebesar Rp75.000/kg dan dijual di ritel Rp80.000/kg. Rata-rata kebutuhan daging sebanyak 122,5 ton per bulan dengan batas waktu pembayaran yang ditetapkan 14 hari.

Sementara itu untuk minyak goreng, harga jual dari produsen Rp10.500/liter dan dijual di ritel Rp11.000/liter.

Enggar memastikan penetapan HET ini tidak akan membuat dunia usaha, baik pasar ritel modern dan tradisional merugi.

“Tidak akan merugi karena sekarang kita sudah minta dan akan tegaskan kembali pada para distributor agar mereka menjual ke pasar tradisional tidak boleh lebih tinggi dari yang mereka jual ke pasar ritel modern. Paling tidak sama, kalau bisa lebih murah,” kata dia.

Mendag juga memastikan pelaksanaan kebijakan HET akan mendapat pengawasan dari Komisi Pengawas Persaingan dengan memberlakukan sanksi tegas jika terjadi persaingan usaha yang tidak sehat.

Setelah resmi diberlakukan pada 10 April nanti, penjual yang kedapatan menjual di atas harga tersebut maka diduga melakukan praktek kartel dan akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Perdagangan bersama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

“Kalau mereka ini, kan kita anggap bahwa mereka kartel harga dan akan kita periksa-periksa,” terang Enggar belum lama ini. (7/4) – RN

Previous Hati-Hati, Anies-Sandi Didompleng Kelompok Islam Radikal Guna Ciptakan Jakarta Bersyariah
Next Pancasila masih sangat relevan sebagai dasar bagi generasi milenial