Nazaruddin mengaku Pimpinan Banggar ikut menerima Uang E-KTP


Jakarta, BuletinInfo – Muhammad Nazaruddin menjelaskan secara rinci penerimaan uang oleh Ketua dan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR periode 2009-2014 dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut mengatakan hal itu saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (3/4).

Dia menjelaskan bahwa uang untuk pimpinan Banggar itu diserahkan pengusaha pelaksana proyek e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Kalau teman-teman di DPR, sebelum terima uang dibicarakan dulu nanti terima segini, terus tinggal penyerahan. Rata-rata sebelum diserahkan, Andi lapor dulu. Kalau ada masalah pun Andi lapor dulu,” kata Nazaruddin kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Banggar saat itu, Melchias Markus Mekeng, menurutnya, dua kali menerima uang dari Andi, yang jumlah totalnya mencapai 1,4 juta dollar AS. Pemberian sebesar 400.000 dollar AS dilakukan di ruang kerja anggota Banggar DPR, Mustoko Weni.

Kemudian dia menjelaskan bahwa dia melihat secara langsung penyerahan uang tersebut.

Sementara, penyerahan 1 juta dollar AS diketahui Nazar setelah Andi Narogong melapor kepada Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Nazar juga mengatakan bahwa uang juga diberikan Andi kepada Wakil Ketua Banggar, masing-masing yakni, Tamsil Linrung, Olly Dondokambey, dan Mirwan Amir.

Nazaruddin melanjutkan bahwa Olly menerima sebesar 1,2 juta dollar AS. Penyerahan uang 1 juta dollar AS dilakukan di ruang kerja Olly di Gedung DPR.

Sementara itu, uang 200.000 dollar AS diserahkan di ruang kerja Mustoko Weni.

Sedangkan, Tamsil Linrung menerima 700.000 dollar AS. Penyerahan dilakukan dengan pola yang sama dengan pimpinan Banggar yang lain.

“Pas pemberian 200.000 dollar saya hadir,” kata Nazar.

Sementara Mirwan Amir, Nazar mengatakan bahwa Mirwan menerima sebesar 1,2 juta dollar AS dari Andi.

Menurut Nazar, penyerahan uang diketahui melalui laporan Andi dan laporan Mirwan kepada Anas Urbaningrum.

“Mirwan juga lapor ke Ketua Fraksi Demokrat. Uangnya diserahkan ke Fraksi,” kata Nazar.

Seperti yang diketahui, bahwa kasus mega korupsi e-ktp merupakan kasus korupsi yang merugikan negara hingga trilliunan rupiah.

Previous Keberadaan HTI Dan Paham Khilafah Berbahaya Bagi NKRI, GP Ansor Bubarkan Konvoi Mereka
Next Masyarakat Harus Berhati-hati Karena 90 Persen Pembobolan Bank Dilakukan Oleh Orang Dalam