NII Sensen Sesat Dan Sedang Diperiksa Terkait Dugaan Makar


Pengikut organisasi Negara Islam Indonesia (NII) pimpinan Sensen Komara bin Bakar Misbah diklaim mencapai 2002 orang pada 2017.

Mayoritas pengikut Sensen bermukim di Kabupaten Garut, Jawa Barat, namun, tidak sedikit pula pengikut NII di Jakarta, Indramayu, dan Semarang.

Hal itu disampaikan oleh Iwan (53 tahun), orang yang mengaku kepercayaan Wawan Setiawan, pria yang memperkenalkan diri sebagai Panglima NII, mengatakan itu ketika ditemui wartawan saat diperiksa sebagai saksi atas dugaan makar dan penistaan agama Islam di Markas Polres Garut pada Selasa, 4 April 2017.

Pada daerah basis NII, yakni Desa Tegalgede, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, hanya ada sepuluh orang pengikut, namun 80 orang anggota keluarga mereka dididik menurut ajaran NII. Salah satu ajaran yang menyimpang dari ajaran Sensen Komara bin Bakar Misbah adalah salat menghadap kiblat arah timur, bukan barat, seperti lazim umat Islam di Indonesia.

“Saya dan pengikut lainnya percaya ajaran Sensen agar salat menghadap timur,” katanya.

Selain salat menghadap ke timur, masih banyak lagi ajaran yang menyimpang dari NII tersebut, salah satunya adalah Sensen Komara bin Bakar Misbah mengaku dan dipercaya sebagai seorang rasul oleh para pengikutnya.

“Makanya kami langsung percaya bahwa Sensen Komara sebagai sebagai rasul akhir zaman,” ujarnya.

Bahkan pada 2011, Sensen dan pendukungnya pernah membuat kehebohan dengan mengganti sebagian dua kalimat Syahadat. Seharusnya dua kalimat Syahadat itu, “Asyhadu an-laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah” lalu diganti menjadi “Asyhadu an-laa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Sensen Komara Bin Bakar Misbah Rasuululah”.

Hal itu akhirnya membuat Sensen dan sejumlah pengikutnya diadili dan dimasukkan ke bagian jiwa Rumah Sakit dr Hasan Sadikin Bandung pada 16 Juli 2012. Tiga orang pengikut Sensen divonis masing-masing tiga tahun penjara.

Sensen dan kawan-kawan juga pernah sempat mengibarkan bendera NII berwarna merah putih dengan logo bulan dan bintang. Pengibaran bendera itu sempat digagalkan aparat Kepolisian dan TNI. Sebanyak 120 helai bendera NII berwarna merah dan satu helai bendera NII besar disita aparat pada 5 Agustus 2011.

Sebelumnya pada 17 Maret 2017, Sensen dan kelompoknya sempat membuat ramai dengan membuat surat yang ditulis Wawan Setiawan, warga Kabupaten Garut, mengaku pengikut NII yang berpangkat jenderal bintang empat, berisi pemberitahuan tentang pelaksanaan salat lima waktu dan salat Jumat menghadap kiblat ke arah timur.

Wawan kemudian diundang ke Balai Desa Tegal Gede pada Selasa, 21 Maret 2017. Dia diminta menjelaskan perihal surat pemberitahuan yang, menurutnya, merupakan perintah Sensen Komara bin Bakar Misbah, pemimpin NII sekaligus Rasulullah Al Masih.

Wawan menjelaskan alasan pelaksanaan salat lima waktu dan salat Jumat menghadap timur. Intinya, kata Wawan, itu semua perintah Sensen Komara bin Bakar Misbah, dan dia hanya menjalankan perintah pemimpinnya.

Saat ini, pihak kepolisian sedang menyelidiki kelompok NII Sensen dkk atas dugaan makar, terkait surat tersebut.

Previous Panglima TNI Ingatkan Indonesia tidak boleh lengah, sehingga tidak mudah dikendalikan negara lain
Next BI Klarifikasi Bahwa Kabar Uang Palsu Adalah Hoax