Novel Tuding Kesaksian Miryam Bohong


Tudingan anggota DPR Miryam S Haryani yang mengatakan dirinya mendapat ancaman saat diperiksa penyidik KPK dan menyatakan berita acara pemeriksaan (BAP) dirinya tak benar, dibantah oleh penyidik KPK Novel Baswedan. Novel mengatakan bahwa kesaksian Miryam adalah bohong.

Pernyataan itu merupakan jawaban Miryam saat ditanya Ketua Majelis Hakim John Halasan Butar-butar dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (30/3).

Ketika Johm menanyakan apakah dia masih berpegang dengan kesaksian pada sidang sebelumnya setelah mendengar keterangan penyidik KPK, Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan Muhammad Irwan Susanto?

“Iya tetap. BAP (saya) tidak benar, Yang Mulia,” kata Miryam.

Menanggapi kesaksian Miryam, Novel mengatakan, “Saksi bohong yang mulia.”

Selain itu, Miryam menceritakan, bahwa proses pemeriksaan dirinya yang dilakukan sebanyak empat kali dalam penyidikan dugaan korupsi e-KTP. Pada pemeriksaan pertama, dia mengaku kurang tidur karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya.

Pada pemeriksaan itu juga, Miryam merasa diancam Novel yang menyebut bahwa pada 2010 dia pernah akan ditangkap penyidik KPK. Ucapan Novel itu yang membuat dia tertekan selama pemeriksaan.

“Mohon maaf kondisi saya kurang tidur, mohon maaf saya lagi datang bulan juga. Saya datang pukul 10.00 WIB, saya diperiksa sampai malam di ruangan 2×2. Bayangkan, Yang Mulia, saya drop, saya stres, saya tertekan dengan kata-kata itu,” kata Miryam.
Dia menyatakan tetap dengan keterangan pekan lalu dan mencabut BAP, ketika Hakim John menegaskan kembali terkait kesaksiannya.

Menangkapi hal tersebut, Hakim John lantas mengingatkan Miryam bahwa keterangannya memiliki konsekuensi hukum.

“Anda sarjana, berpendidikan tinggi, berkedudukan tinggi,” Hakim John ketus.

Kesaksian Miryam tersebut langsung dikonfrontasi Novel yang menjelaskankan bahwa Miryam diperiksa di Lantai 4 Gedung KPK dan bukan ruangan sebesar 2×2.

“Itu ruangan lebih besar dari 2×2. Kalau mau dicek bisa. Itu ruangan sebagaimana mestinya digunakan untuk pemeriksaan,” ujar Novel.

“Lalu soal bau duren saat pemeriksaan?” tanya Hakim John.
Novel juga menjelaskan bahwa bau duren bersumber dari kue rasa duren yang dia makan di ruang kerjanya karena ketika itu pemeriksaan terhadap Miryam sudah selesai.

“Jadi bau duren itu tidak berkorelasi dengan pemeriksaan. Jadi itu bukan lorong sempit. Saya pastikan tidak ada muntah. Tidak benar kalau sampai muntah-muntah,” kata Novel.

Sejumlah saksi hadir dalam sidang teraebut, di antaranya mengonfrontasi dua penyidik KPK selain Novel yaitu Ambarita Damanik dan Muhammad Irwan Susanto dengan Miryam.

Pada sidang sebelumnya, majelis hakim sempat mengingatkan Miryam soal ancaman pasal pemberian keterangan palsu. Saat itu, Ketua majelis hakim, Jhon Halasan Butar Butar minta agar Miryam mengatakan hal sejujurnya dalam kesaksiannya setelah mencabut seluruh keterangannya di dalam BAP.

“Kalau ibu tidak berikan keterangan yang benar ancamannya 7 tahun bu. Coba ibu pikirkan ini enggak sedikit anggaran Rp 5,9 Triliun,” ujar Hakim Jhon kepada Miryam, Kamis (23/3).

Saat ini, pemerintah melalui KPK sedang berusaha untuk membongkar sejumlah kasus korupsi, salah satunya adalah kasus korupsi e-ktp.

Hal ini sesuai dengan komitmen dari pemerintah yang berusaha untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.

Previous Tak Ada Lagi Pelanggaran Batas Wilayah, Bukti Keberhasilan TNI AU
Next Polri dan FUI sepakati 6 poin terkait penangkapan sekjen FUI M.Alkhatat