Oesman Sapta : Tidak Ada Suku atau Agama Yang Paling Hebat di Negara Ini, Kita Adalah Bangsa Indonesia


Jakarta, BuletinInfo – Sejumlah tokoh baik tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh  pemuda maupun tokoh politik asal Kota Pontianak menyerukan pertahankan perdamaian dan keberagaman untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua DPD, Oesman Sapta Odang saat menghadiri pelantikan Pengurus Kadin Kalbar periode 2017-2022 di Pontianak, Rabu (17/5/2017) lalu menegaskan kepada semua pihak untuk tidak mengganggu ketentraman dan keharmonisan yang ada di Kalimantan Barat.

Oesman Sapta mengatakan bahwa Pancasila sudah final sehingga jangan diganggu gugat lagi, oleh pihak-pihak yang sengaja ingin memecah belah NKRI.

Terkait hal itu, dirinya sebagai ketua DPD terus gencar mensosialisasikan empat pilar kebangsaan. Dirinya juga menekankan bahwa saat ini Indonesia sudah selesai dengan masalah asal-usul masyarakat, kesukuan, agama yang dulunya selalu menjadi pembeda antara masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Harus menjadi catatan kita bersama, tidak ada suku atau agama yang paling hebat di negara ini. Yang ada sekarang ini, kita adalah Bangsa Indonesia,” tuturnya.

” Saya mencintai bangsa saya dan saya mencintai Kalimantan Barat yang menjadi kampung halaman saya, sehingga saya ingin semuanya bisa bersatu, jangan sampai terpecah,” katanya.

Sejumlah Kelompok Mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Pontianak menyerukan perdamaian dan keberagaman dalam menyikapi isu-isu yang berkembang di Kalbar.

Beberapa waktu lalu, kelompok yang tergabung di antaranya Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI).

Ketua Presidium PMKRI Kota Pontianak, Ewaldus D. Sikardi mengatakan bahwa Kondisi Kalimantan Barat belakangan ini dilanda beberapa indikasi yang dapat menimbulkan gejolak konflik yang selama ini Kalimantan Barat sudah merasakan kedamaian dalam keberagaman.

“Hal itu tetap dipertahankan untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kota Pontianak wajah dominan Kalimantan Barat secara keseluruhan,” katanya.

Sementara itu, Kepolisian Resort Kota Pontianak menyatakan kesiapannya dalam rangka pengamanan pekan gawai Dayak ke 32 dan aksi bela ulama.

Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam Susilo menjelaskan bahwa kegiatan Gawai Dayak  merupakan satu agenda tahunan, yang kita harapkan ini dapat menarik wisatawan untuk dapat menyaksikan kegiatan ini.

Previous Kalimantan Barat Deklarasikan Perdamaian
Next Panglima Laskar Pemuda Melayu Kalimantan Barat, Iskandar, menginstruksikan kepada seluruh anggotanya agar tidak melakukan aksi turun ke jalan dan aksi apapun pada tanggal 20 Mei 2017