Padat Karya Cash Diproyeksikan Bakal Serap 5,7Juta Tenaga Kerja


Jakarta, BuletinInfo.com –  Pemerintahan Presiden Joko Widodo merencanakan program padat karya cash akan dimulai pada awal Januari 2018.

Program padat karya cash yang memanfaatkan alokasi dana desa diharapkan mampu menyerap 5.700.000 orang tenaga kerja baru. Penyerapan tenaga kerja ini diharapkan bakal mengangkat daya beli masyarakat pedesaan dan menggerakkan perekonomian nasional.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, pihaknya memproyeksikan ada 30% dari dana desa di tahun 2018 yang digunakan untuk membayar upah pekerja dalam berbagai program proyek pembangunan di desa. Jadi, jika dana desa tahun depan Rp 60 triliun berarti ada sekitar Rp 18 triliun yang dialokasikan untuk membayar upah pekerja.

“Jadi ada Rp 18 Triliun uang yang diterima masyarakat seluruh Indonesia sebagai upah kerja mereka. Ini akan menciptakan daya beli lima kali lipat. Itu berarti hampir ada Rp 100 triliun daya beli di desa. Nah ini yang kita butuhkan, ada daya ungkit baru untuk meningkatkan daya beli di desa-desa,” ujarnya di sela kunjungan kerja di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Kamis (16/11) kemarin.

Dana sebesar Rp 18 triliun diperkirakan bisa menyerap sebanyak 5,7 juta tenaga kerja baru. Jutaan pekerja baru tersebut diproyeksikan merupakan warga desa yang terlibat berbagai proyek pembangunan di desa masing-masing.

Kendati demikian, Menteri Eko membatasi jika upah yang diberikan dalam program padat karya cash hanya sebesar 80% dari Upah Minimum Provinsi (UMP). Menurutnya pembatasan ini bertujuan agar masyarakat desa yang telah memiliki pekerjaan tetap tidak berpaling menjadi pekerja berbagai proyek dari program padat karya cash.

“Kenapa 80 persen dari UMP? Nanti kalau lebih dari UMP, orang yang sudah bekerja pindah ke proyek dana desa. Kalo demikian berarti kita tidak menciptakan pekerjaan baru, tapi cuma memindahkan orang bekerja,” ujarnya.

Menurut Menteri Eko, program dana desa memiliki pengaruh sangat besar terhadap pembangunan di desa. Untuk pertama kali, Indonesia mampu membangun sepanjang 121.709 km, jembatan 1.960 km, air bersih sebanyak 32.711 unit, Polindes 6.041 unit, saluran irigasi 41.739 unit, drainase 590.371 unit, tambatan perahu 5.116 unit, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) 21.811 unit, embung 2.047 unit, MCK 82.356 unit, pasar desa 5.220 unit, bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 21.357 unit, Posyandu 13.973 unit, sumur 45.865 unit, penahan tanah 291.393 unit, dan sarana olahraga 2.366 unit.

Di sisi lain ia juga mengatakan, bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan tiga komoditi untuk Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yakni jagung, gula, dan garam. Menurutnya, jika tiga komoditi tersebut dikembangkan, maka akan mampu menyerap sebanyak 18 juta tenaga kerja.

“Potensi pengembangan ekonomi dari dana desa sangat besar. Tinggal bagaimana kita konsisten mengembangkan berbagai skema ekonomi untuk memanfaatkannya,” pungkasnya.

Previous Presiden Jokowi akan resmikan tol Soroja Jawa Barat akhir bulan ini
Next Stok Beras Aman, Mendag Peringati Para Pedagang Beras