Pangdam III Siliwangi berikan penghargaan kepada personilnya yang mengungkap aksi penipuan modus undian berhadiah


Sukabumi, BuletinInfo – Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra memuji personel Kodim 0607 Sukabumi yang mengungkap aksi penipuan modus undian berhadiah. Herindra bakal mengganjar penghargaan kepada anggotanya tersebut.

Personel TNI Intel Kodim 0607 Sukabumi sukses membongkar kasus penipuan di sebuah rumah kontrakan, Genting Puri II, Jalan Pangkajene, Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (9/5). Sebanyak delapan orang turut dibekuk petugas di rumah tersebut.

Menurut Herindra, pengungkapan kasus penipuan itu oleh anggotanya ialah prestasi. “Dia sudah berbuat baik. Nanti ada penilaian untuk kita berikan penghargaan,” ucap Herindra usai mengikuti apel akbar GP Ansor dan Banser NU Jabar di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Rabu (10/5/2017).

Kini kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Sukabumi. Herindra meminta anggota TNI lainnya di wilayah Kodam III Siliwangi agar tidak segan menindak pelaku tindak pidana.

“Sudah ada undang-undangnya. Kalau melihat tindak pidana boleh menangkap, nanti prosesnya diserahkan ke kepolisian,” kata Herindra.

Pangdam Siliwangi Puji TNI Sukabumi Tangkap Komplotan Penipu TNI menangkap komplotan penipu undian berhadiah di Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah

Terbongkarnya kasus penipuan modus undian berhadiah ini berawal dari adanya laporan masyarakat. Tentara yang melakukan penyelidikan kemudian menangkap delapan orang pelaku terdiri dari tujuh pria yaitu Abdurrahman (34), M Tamsir (24), Rusli (27), Usman (24), Eko (32), Danu (20) dan Yudi alias Iwan Bone (34), serta satu perempuan Deti (34).

Dari pengungkapan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 36 ponsel, 326 modem, 14 laptop, 16 USB, buku catatan, 857 SIM card, uang sebesar Rp 38 juta, dan beberapa buku rekening.
(bbn/bbn)

Previous FadliZon dan Fahri Hamzah dapat terkena pidana pelanggaran pajak
Next Tuduhan Bahwa Pemerintah Lakukan Kriminalisasi Ulama Itu Bohong Dan Ditunggangi Kepentingan Politis