Panglima TNI: Indonesia siaga menyusul memanasnya situasi keamanan di semenanjung Korea


Jakarta, BuletinInfo – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo lakukan kunjungan ke Lanud Roesmin Nurjadin. Kunjungan pucuk pimpinan TNI tersebut untuk mengecek kesiapan prajurit dan fasilitas militer yang ada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Di antara fasilitas militer yang dikunjungi tersebut diantaranya skuadron 16 (pesawat tempur F-16) dan skuadron 12 (pesawat tempur hawk 100/200). Kemudian memberi arahan terhadap 1100 prajurit TNI gabungan. Baik angkatan udara, laut dan darat.

Kunjungan ini terkait dengan memanaskan situasi keamanan di Semenanjung Korea antara Korea Utara dengan Amerika Serikat. Amerika telah meyiagakan sejumlah armadanya di semenanjung itu. Dan lokasinya tidak berjauhan dengan Laut Cina Selatan. Situasi ini akan berdampak terhadap Indonesia.

“Pasti ada (terkait memanasnya semenanjung Korea). Lanud kita ini sebagai penyangga, daerah strategis Laut China Selatan,” kata Danlanud Roesmin Nurjadin (RSN) Marsma Henri Alfiandi usai melepas keberangkatan Panglima TNI, melanjutkan peninjauan ke Lanud Supadio Pontianak, Kamis (27/4/17).

Karena itu, sejumlah fasilitas militer pun ditingkatan. Mulai dari Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Kemudian, Panglima juga ingin melengkapi fasilitas kedua skadron tersebut khususnya bagi crew agar bisa stanby 24 jam. Sehingga tak perlu pulang lagi karena fasilitas sudah dipenuhi.

Menurut Danlanud, Indonesia sendiri khususnya Lanud RSN sebagai penyangga utama menghadapi ancaman asing, dipandang perlu bersiap sebelum terjadi. “Nah ini, ada kaitannya dengan laut china selatan dan semenanjung korea tadi, agar bisa siap siaga,” papar Danlanud, sebagaimana dikutip dari riauterkini.com.

Selain itu, fasilitas militer yang ada di angkatan darat dan laut juga ditingkatkan kemampuannya. Karena itu, pada kunjungan Panglima hari ini, seluruh pimpinan TNI dari tiga angkatan di Riau, mulai dari Danrem, Danlanal bahkan Pangdam I Bukit Barisan Mayjend TNI Cucu Sumantri juga hadir untuk mendengarkan arahan Panglima TNI.

Meski begitu, Danlanud menyatakan belum ada rencana penambahan atau pergeseran armada pesawat tempur dari daerah lain untuk memperkuat dalam menghadapi ancaman.

Previous TNI AU Disiagakan Dan Kemenlu Terus Pantau Situasi Terkait Memanasnya Situasi Semenanjung Korea
Next Mari Rayakan Dengan Gembira Karena May Day Is Holiday