Pembangkit tenaga angin terbesar di Indonesia akan siap beroperasi awal 2018


Jakarta, BuletinInfo.com – Pemerintah terus mengupayakan peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT).  Untuk itu, proyek pengerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, Sulawesi Selatan terus digenjot penyelesaiannya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, PLTB Sidrap merupakan yang pembangkit angin pertama di Indonesia yang akan beroperasi secara komersial. “Pemerintah mendorong adanya penggunaan EBT dari hidro, panas bumi, ataupun angin,” ujarnya di sela-sela kunjungan kerja di Sidrap, Sabtu (30/9).
PLTB Sidrap merupakan pembangkit tenaga angin terbesar di Indonesia. Dengan kapasitas 75 MW, pembangkit ramah lingkungan ini terdiri dari 30 turbin kincir angin yang masing-masing berkapasitas 2,5 MW. Model turbin yang digunakan dari Gamesa Iolica Corporation pada menara baja setinggi 80 meter dengan panjang baling-baling 57 meter.
Proyek dengan investasi sekitar 150 juta dolar AS ini ditargetkan beroperasi secara komersial pada awal 2018 ini dioperasikan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi.
Jonan mengatakan, dengan beroperasi PLTB ini akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara di Asia yang mempunyai pembangkit  bertenaga angin. “Di Asia ada Jepang, China, Korea, setelah itu kita,” ujarnya.
Pemerintah semakin optimistis mencapai target energi terbarukan 23 persen pada 2025. “PLTB Sidrap adalah salah satu potensi energi angin yang besar, diharapkan beroperasi pada triwulan pertama tahun depan,” kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana.
Saat ini, kondisi kelistrikan wilayah Sulselrabar mencapai 1.250 MW dan beban puncak mencapai 1050 MW. Dengan beroperasinya PLTB Sidrap, dihadapkan dapat menambah pasokan listrik di wilayah tersebut. Jonan mengatakan, dengan penambahan daya dari PLTB Sidrap akan menambah pasokan listrik di Sulselrabar. “Tak hanya memenuhi kebutuhan listrik Sidrap tapi juga bisa mengekspor energi ke kabupaten lain,” pungkas Jonan.
Indonesia memiliki potensi energi angin mencapai 1,8 GW. Daerah yang berpotensial untuk dikembangkan adalah Indonesia bagian timur, seperti Papua, Maluku dan Sulawesi Selatan.
Previous Polisi ungkap kasus produksi nata de coco dicampur dengan pupuk urea di Majalengka
Next Jokowi telah menyiapkan 5 strategi jit atasi ketimpangan ekonomi dan sosial