Pemberangkatan TKI Harus Menggunakan Jalur Resmi Untuk Mengurangi Resiko


Jakarta, BuletinInfo – Kasus penyiksaan TKI yang menimpah seorang TKW asal desa Oe Sapi, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT menambah deretan korban yang sudah panjang. Awal Maret lalu, seorang TKW asal Cirebon, Jawa Barat, Jubaedah malah tewas setelah menjadi korban penyiksaan majikannya di Malaysia. Kemenlu merilis informasi bahwa berdasar hasil autopsi, jenazah Jubaedah mengalami banyak luka lebam dan bengkak akibat pukulan benda tumpul. Sementara akhir Maret 2017 lalu, Kemenlu kembali merilis data yang menyebutkan ada setidaknya 300 TKI di Riyadh, Arab Saudi yang disekap dan mengalami penyiksaan. Mereka diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. KBRI di sana berupaya menangani pembebasan ratusan TKI ilegal tersebut.

Banyaknya kasus tindak kekerasan kepada TKI  disebabkan karena proses pemberangkatannya lebih banyak melalui jalur illegal atau tidak memenuhi prosedur.

Sangat diharapkan agar masyarakat lebih jeli dan cerdas agar tidak mudah terpukau dengan tawaran gaji besar. Haruslah terlebih dahulu dicari tahu legalitas penyelenggara. Selain itu, sebaiknya masyarakat juga mencari informasi kepada pemerintah daerah terkait informasi peluang kerja ke luar negeri. Termasuk juga harus menyiapkan keterampilan, bahasa sesuai dengan negara tujuan.

Bekerja di luar negeri adalah hak warga negara dan pemerintah hadir untuk melindungi hak tersebut. Namun, prosesnya harus dilakukan secara legal dengan menggunakan jalur resmi.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam rangka mencegah TKI nonprosedural tersebut. Salah satunya yaitu melalui Satuan Tugas Pencegahan TKI nonprosedural. Satgas yang terbentuk pada tahun 2014 ini terdiri dari unsur Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Imigrasi, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perhubungan, Kepolisian dan BP3TKI. Tahun 2016 lalu, Satgas TKI nonprosedural berhasil menggagalkan keberangkatan TKI nonprosedural sebanyak 1.310 orang. Sedangkan tahun 2015, 1.584 orang calon TKI yang diindaksikan kuat ilegal berhasil dicegah oleh tim Satgas.

Selain melakukan upaya pencegahan, pemerintah Indonesia juga terus berupaya untuk meningkatkan perlindungan, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Sesuai dengan Nawa Cita khususnya butir pertama yaitu menghadirkan kembali negara untuk mengurus segenap bangsa dan memberikan rasa aman untuk seluruh warga negara maka Negara memiliki tugas untuk memastikan warga negara mendapatkan pelayanan dan perlindungan yang terbaik di setiap prosesnya.

Presiden Joko Widodo telah memberi instruksi agar segera membentuk Atase Ketenagakerjaan di negara-negara yang terdapat banyak TKI dan pembentukan badan pelaksana kebijakan penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Langkah ini diambil pemerintah untuk menindaklanjuti rencana revisi UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Di Luar Negeri (PPILN).

Di tahun 2018 nanti, Tenaga kerja Indonesia  yang akan berangkat bekerja di luar negeri akan terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan segera merampungkan regulasi ihwal perlindungan ketenagakerjaan buruh migran.

Dari 13 risiko ketenagakerjaan buruh migran, BPJS akan menanggung jaminan terhadap risiko ketenagakerjaan sesuai dengan Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional, antara lain, Jaminan Kematian (JK), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua (JHT). Namun dia bilang, TKI juga dilihat memerlukan perlindungan kesehatan. Maka itu pihaknya mengusulkan ke Kementerian Ketenagakerjaan untuk menggandeng BPJS Kesehatan untuk melengkapi perlindungan pada TKI.

Previous Masuknya Investasi China Diimbangi Dengan Ketatnya Pantauan Terhadap Masuknya Paham Komunis dan TKA Ilegal
Next Satgas Medsos Dittipid Siber tangkap pelaku penyebar “fake chat” Kapolri

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *