Pemberantasan Peredaran Narkoba Dengan Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Malaysia


JAKARTA — Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil melumpuhkan tersangka penyeludupan narkoba asal Malaysia.

Tersangka berinisial AP tersebut dilumpuhkan oleh timah panas karena melakukan perlawanan kepada petugas saat akan diamankan.

Informasi tersebut sudah dikonfirmasikan oleh Deputi Pemberatasan BNN Irjen Arman Depari yang membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan peristiwa itu terjadi di kawasan Sungai Raya, Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (20/3) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

“Satu tersangka berusaha melarikan diri dan dilumpuhkan petugas BNN dengan tembakan mengenai yang bersangkutan dan meninggal dunia,” kata Arman di Jakarta, Rabu (22/3).

Petugas berhasil menggagalkan penyeludupan narkoba jenis sabu-sabu dari Malaysia, yang diselundupkan melalui Entikong kemudian akan dibawa ke Pontianak.

Namun sambungnya, sebelum rencana itu dilakukan petugas berhasil mengamankan empat orang penyelundup tersebut. Satu dari mareka harus dilumpuhkan karena mencoba melawan saat akan diringkus.

“Iya, jadi total tersangkanya ada empat orang,” kata Arman.

Seperti yang diketahui, bahwa petugas BNN memang sudah dibekali dengan senjata api pada saat melakukan operasi di lapangan. Alasannya karena tidak sedikit petugas yang gugur dan terluka saat melakukan upaya penangkapan karena bandar-bandar narkotika yang juga memiliki senjata api.

Sementara, Kepala BNN Komjen Budi Waseso menerangkan bahwa BNN memiliki empat jenis senjata api. Baik itu laras pendek, laras panjang, pistol dan senjata pendamping.

Senjata itu memang bukan buatan dalam negeri dan bukan kaliber standar yang biasa digunakan TNI dan Polri.

Budi menjelaskan, senjata itu didatangkan dari Ceko, Amerika, Jerman dan Rusia. Sebelumnya juga petugas BNN pernah melakukan uji coba senjatanya pada saat melakukan penggrebekan bandar sabu di Medan pada (1/3) lalu. Bandar sabu berinisial RIZ itupun dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melakukan perlawanan kepada petugas.

Pada penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan 48,16 kilogram narkoba jenis sabu. Sabu tersebut berasal dari Cina kemudian masuk melalui Penang (Malaysia) lalu Aceh dan berakhir di Medan.

Upaya tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Saat ini, BNN bukan hanya diberikan wewenang yang besar dalam memberantas peredaran narkoba, namun juga diberikan senjata yang memadai.

Selain itu, Pemerintah juga berupaya untuk memperkuat pengawasan daerah perbatasan RI-Malaysia, agar memberantas peredaran narkoba melalui jalur perbatasan tersebut.

Karena saat ini Indonesia merupakan salah satu wilayah yang menjadi target utama perdagangan narkoba internasional.

Previous Pelaku Teroris Tertangkap, Masyarakat Harus Waspada Terhadap Penyebaran Radikalisme Dan Terorisme
Next Dekadensi moral generasi muda Indonesia