Pemerintah: 150 Kabupaten/Kota secara serentak akan melaksanakan program pemberian obat pencegahan massal (POPM) atau kaki gajah


Demak, BuletinInfo – Selain peningkatan dan pembangunan infrastruktur yang menjangkau seluruh Indonesia, pemerintah juga memusatkan perhatiannya dalam pembangunan Sumber Daya Manusia yang lebih berkualitas.

Salah satu program pemerintah adalah agar Indonesia terbebas dari penyakit kaki gajah. Penyakit kaki gajah adalah penyakit menular bersumber binatang yang ditularkan oleh nyamuk pembawa parasit cacing filaria.

Upaya yang dilakukan di tingkat global maupun nasional dalam program eliminasi filariasis, yaitu pengobatan massal. Bertepatan dengan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA), sebanyak 150 Kabupaten/Kota secara serentak akan melaksanakan program pemberian obat pencegahan massal (POPM).

Program ini dalam rangka pencegahan penyakit kaki gajah atau Filariasis. Pemerintah Indonesia menargetkan program pemberian obat pencegahan massal (POPM) Filariasis atau kaki gajah untuk 31,4 juta jiwa hingga tahun 2020.

Belkaga menurut Kementerian Kesehatan adalah program akselerasi pemerintahan Presiden Jokowi untuk mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah di tahun 2020 mendatang.

Kementerian Kesehatan pada puncak acara peringatan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) 2017 di Desa Jatisono, Kabupaten Demak, Jawa Tengah memberikan sertifikat kepada 13 daerah atas keberhasilan mereka mengendalikan penyakit kaki gajah atau filariasis. Sertifikat tersebut diberikan setelah dilakukannya sejumlah evaluasi.

Penyerahan serifikat diberikan langsung oleh Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek. “Kita harus eliminasi kaki gajah. Kalau sudah sebesar kaki gajah tidak bisa sembuh. Yang bisa dilakukan adalah mencegah,” kata Nila di Lapangan Kridosono, Sabtu (7/10/2017).

Ketiga belas daerah itu, antara lain Kota Depok, Kota Dumai, Kota Gorontalo, Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kemudian, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Polewali Mandar, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Pahuwato, Kabupaten Enrekang, dan Kabupaten Alor.

Untuk mendapatkan sertifikat, 236 daerah yang telah dinyatakan endemik pada tahun 2002 harus melewati sejumlah kriteria.

Pertama, melaksanakan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) kaki gajah selama 5 tahun berturut-turut, mencakup lebih dari 65 persen populasi.

Kedua, prevalensi mikrofilaria kurang dari 1 persen setelah POPM terakhir.

Ketiga, daerah harus lulus 3 kali dalam Survei Penilaian Penularan. Survei ini dilakukan setelah lima tahun POPM, serta akhir tahun ke-2 dan akhir tahun ke-4 setelah stop POPM.

Sebagai program priotas pemerintah Presiden Jokowi penderita penyakit kaki gajah diminta kesadarannya untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan obat-obatan, sehingga tidak menjadi sumber penularan bagi masyarakat lainnya.

Sementara upaya pencegahan bagi masyarakat dan memutus rantai penularan dengan meminum obat pencegahan kaki gajah sekali setahun selama minimal lima tahun.

 

Previous Bambang Soesatyo: impor 500 ribu peluru untuk perbakin
Next Ahmad Basarah: Menwa harus menjadi pelopor Gerakan Kampus Benteng Pancasila